DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Konspirasi Harga Batu &Pasir Belum Dibayar

Konspirasi Harga Batu &Pasir Belum Dibayar


Kepala Dusun/Kaur Umum

Ketua TPK

Konspirasi Harga Batu &Pasir Belum Dibayar

Bima, Media Investigasi   
Sungguh malang nasib masyarakat Mpori Lembo di bawah tekanan mafia. Di duga keras Ramlin oknum Kaur Umum Desa Mangge mempermainkan nasib warga yang coba mengadu keberuntungan untuk menjadi pedagang batu dan pasir bangunan. Ia memainkan perannya dengan sedemikian rupa guna mengambil hasil keringat dari warganya senndiri.
Ramlin sendiri ketika di konfirmasi Media Investigasi di rumahnya yang juga Kepala Dusun (plt) Mpori Lembo, Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima  disebut-sebut warga, mengambil bagian dari permainan merugikan masyarakat, mengelak dan berdalih bahwa uang yang diambilnya adalah hasil keringat atau gaji bersama isterinya dalam pengurusan itu.
Sementara itu, Syarifudin  Ketua Tim Pelaksana Kegiatan ( T P K ) Desa Mangge ketika dikonfirmasi Jumat pekan lalu, dijelaskan batu dan pasir bangunan yang dipakai itu sudah selesai di bayarkan, kemungkinan besar Ramlin lah yang tidak memberikan uangnya para pedagang batu atau pasir, ungkapnya.
Saling lempar tanggung jawab antara Ramlin dengan Syarifudin, membuat warga bingung dan panik terhadap uang hasil penjualan batu/pasir, siapa lagi yang harus dimintai pertanggungjawabannya? Karena pihak aparat desa yang lain tidak yang mau turun tangan menangani permasalahan warga yang berlarut-larut itu.
Media Investigasi berhasil menemui beberapa pedagang, ternyata keluhannya kurang lebih sama, mereka belum dibayarkan batu dan pasirnya. “Saya cukup menderita, Batu & pasir yang saya jual belum juga terbayarkan. Jumlahnya Pasir 150 Kubik dengan harga Rp80.000,- perkubik dan Batu 130 kubik dengan Rp 70.000,-  perkubik,” ungkap warga diambil batu dan pasirnya yang tidak mau disebutkan identitas dirinya.
Menurut Ramlin, batu dan pasir digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan saluran irigasi PNPM Mandiri Thn Anggaran 2014-2015 di Desa Mangge Kecamatan Lambu, dan memang diambil dari warga. Lanjutnya lagi,  Syarifudin dalam mendata barang-barang terdapat kesimpangsiuran hingga administrasinya kacau balau.
“Program itu, dimana kegiatan pembangunan saluran irigasi yang dilaksanakan PNPM sepanjang 600 meter. Namun  yang diselesaikan 250 meter, padahal di anggaran Rp140 juta  ada pemotongan 30 %. Kemudian program tersebut di alihkan dengan penggalian saluran irigasi sepanjang 2500 meter dengan biaya Rp 8000/meter di tambah 6 buah pipa bosmi,” ungkap Ramlin dengan kritis.
Lanjutnya, sebenarnya biaya kegiatan yang dikerjakan itu setengah dari anggaran semula. Lantas kenapa uang batu & pasir tidak terbayarkan. Sementara masih banyak dana yang tercantum dalam anggaran belum cair, dan menurut hitung-hitungannya sepanjang 300 meter belum terselesaikan.
Menanggapi soal pengambilan semen dan bahan bangunan lainnya, lebih jauh Ramlin mengungkapkan bahwa sebahagian sudah di bayar   Rp 2.500.000,-  kemudian 35 zak semen digunakan untuk kepentingan pribadi itu, akan dibayar nanti jujurnya.
Menanggapi adanya pemotongan anggaran 30 %, kata Syarifuddin karena keterlambatan kerja, dan itu sudah terbayarkan Rp 3 juta lebih. Mungkin masih belum dibayar sekitar  Rp 2.400.000,- disesuaikan dengan harga semen 48 zak tersebut. Dan semen 35 zak yang sudah di ambil Ramlin katanya akan di bayar, tetapi hingga saat ini belum dibayar, padahal hasil kerja dia sudah terbayarkan.
Masalah pengalihan program, di penggalian saluran irigasi sepanjang 2800 meter  harga Rp 8000/meter di tambah beli 6 buah pipa bosmi Rp1.300.000 perpipa, soal yang lain kata Syarifudin,“ pasir hanya 94 kubik, itu yang ada dalam data saya tapi sebagian sudah di bayar”.
Menurut Jainudin, proyek dengan anggaran Rp120 juta di tambah Non fisik Rp 40 juta, jadi total keselurhan Rp 160 juta itu terkendala, karena di tengah perjalanan, kemudian dialihkan pengerjaanya. Menurutnya program pengalihan ini, separuh dari anggaran semula.
“Pak Ramlin itu seperti menjadi raja kecil saja di Dusun Mpori Lembo, mengambil seenaknya bahan bangunnan proyek tanpa koordinasi,” beber Jainudin Kepala Desa Mangge sambil menyesalkan aparatnya itu.
Ibrahim H Latif, SH Ketua Badan Kerja Masyarakat ( B K M ) PNPM Mandiri  Kec. Lambu Mengungkapkan  anggaran sudah cair secara keseluruhan, sudah lunas semua dan pengalihan anggarannya sudah ada berita acaranya. Hanya Tim Pelaksana Kegiatan ( T P K ) yang salah, tanggapnya (Edi Mulyadin/Abd Rahim)  

Post a Comment