DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Ir Supriyatno, MM.MMA

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Ir Supriyatno, MM.MMA



Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Ir Supriyatno, MM.MMA
Sulbar Penghasil Kakao Terbesar Di Dunia Th 2020


Mamuju, Media Investigasi

Perhatian Gubernur Sulbar terhadap pengembangan kakao di Sulbar terus dilakukan, gubernur dua periode tersebut mengharapkan agar Sulbar menjadi daerah di Indonesia dengan kakao terbesar dan penghasil kakao terbesar di dunia pada 2016 mendatang.
Dalam mendukung upaya tersebut, Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, tidak bosan-bosannya mendorong dengan pendekatan kebijakan dan turun langsung memantau, baik para ahli untuk mendapatkan bibit unggul, maupun masyarakat petani untuk terus meningkatkan produktifitasnya.
Untuk mempercepat target capaiannya itu, maka Anwar Adnan Saleh melakukan peletakan batu pertama Sekolah Menengah Industri Kakao (SMIK) Cacao Learning Center di Tasiu Kalukku beberapa waktu yang lalu.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh menyampaikan bahwa pembangunan SMIK tersebut digagas sejak empat tahun lalu dan bukan hal yang mudah mewujudkannya, karena dirinya sebagai Gubernur Sulbar harus bisa meyakinkan mitra DPRD apa tujuan pembelian tanah untuk Lokasi Pembangunan SMIK yang bertempat di Kecamatan Kalukku itu.
"Pembangunan dimulai sejak tahun 2012 dengan segala keterbatasan, dan banyak kendala yang dijumpai termasuk kendala internal karena tidak semua orang memahami pembangunan sekolah ini,"kata Anwar Adnan Saleh.
Gubernur dua periode itu juga mengemukakan, bahwa harusnya semua pihak mendukung pembangunan SMIK ini karena kakao merupakan branding Sulbar, Kedepan diharapkan sekolah ini terbuka untuk semua anak-anak di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat, kalau perlu jangan menutup pintu untuk anak diluar Sulbar karena akan menjadi kebanggan tersendiri kalau di Sulbar menghasilkan generasi yang peduli terhadap Tanaman kakao, dan menjadi Ikon Provinsi Sulawesi Barat.
"Dalam mengembangkan kakao di Sulbar, sudah banyak lembaga luar yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, selain Swis Kontak yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan learning cacao, juga ada beberapa lagi. Yang ada di pikiran saya, kompleks sekolah kakao ini nantinya akan menjadi lebih baik, dan cita-cita saya akan menjadikan sekolah ini diakui dunia," harap Anwar Adnan Saleh dengan sangat yakin.
Ia juga menyampaikan bahwa program pengembangan kakao merupakan program Presiden Jokowi dan diharapkan 2020 mendatang, Indonesia menjadi salah satu Negara penghasil kakao terbesar di dunia.
Perwakilan Swis Contac, Pasenangi pada kegiatan tersebut mengemukakan, bahwa Swis Contac bekerjasama dengan PT Nestle menjalankan Nestle Coco dan fokus pada peningkatan kapasitas petani kakao di Provinsi Sulawesi Barat.
Disebutkan, hingga saat ini sudah terdapat 200 Kelompok Tani Mamuju dan Majene atau sekitar 600 petani yang telah mendapatkan pelatihan Sekolah Lapang kakao. Selain peningkatan kapasitas petani kakao, juga bekerjasama kelompok tani kakao melakukan pembibitan kakao, dan sudah dikerjasamakan dengan petani kakao Mamuju dan Majene.
"Kegiatan lain yang juga dilakukan adalah pengembangan demplot atau penanaman ulang kebun kakao yang sudah tidak bisa direhabilitasi sehingga dilakukan replenting dan sudah dilakukan 20 titik untuk hal tersebut, " sebut Pasenangi.
Lanjut Pasenangi, pembangunan learning center yakni kebun tempat praktek kakao bagi siswa-siswi di Sulbar, untuk kegiatan praktek tersebut sudah dilakukan pembibitan seperti kompos dan sudah ada enam klon yang sudah dilakukan, di tempat tersebut, juga nantinya akan diajarkan bagaimana memanfaatkan Limbah kakao dan membuat kompos dengan biaya murah, dan sejumlah kegiatan pembelajaran kakao lainnya.
SMIK berdiri diatas lahan tujuh hektar dan nantinya akan di cukupkan lahannya menjadi 15 hektar, serta akan dilengkapi sarana dan prasarana yang lengkap baik itu pendidikan, olahraga, asrama, kemudian sarana lainnya, yang diharapkan mendukung  kelancaran pembelajaran di sekolah tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Ir Supriyatno juga akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas Kakao di Sektor Perkebunan yang ada di Provinsi Sulawesi Barat agar apa yang di harapkan oleh Gubernur untuk menjadikan Provinsi Sulawesi Barat sebagai penghasil Kakao terbesar di Dunia Tahun 2020 mendatang.
" Bapak Gubernur mengharapkan agar Provinsi Sulawesi Barat menjadi penghasil Kakao terbesar di Dunia, dan kami selaku yang membidangi Perkebunan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai harapan itu, namun kami berharap kepada seluruh masyarakat yang di Provinsi Sulawesi Barat, agar bersama-sama dalam menjaga mutu dan hasil kakao, agar harapan Gubernur untuk menjadikan Provinsi Sulawesi Barat sebagai penghasil kakao terbesar di dunia dapat tercapai," ungkap Pria berdarah Jawa itu.(Said)
Post a Comment