DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Konser LCLR Bukan Sekedar Nostalgia

Konser LCLR Bukan Sekedar Nostalgia



Konser LCLR Bukan Sekedar Nostalgia

Jakarta, Media Investigasi

Jauh sebelum ada televisi swasta, ajang pencarian bakat dibidang tarik suara uang paling mumpuni dan telah banyak melahirkan bintang populer pada masanya. Adalah Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang lahit tahun 1977 dan 1978.
Sebagai kontes penyanyi saat itu, ajang yang digelar radio Pambros itu melahirkan album untuk para pemenangnya. Dan albumnya
diklaim sejumlah musisi lawas dan masa kini adalah album musik asli Indonesia terbaik. 
Semua itu, bukan lantaran yang membawakan sejumlah musisi beken Indonesia pada masanya, tapi aranjer musiknya saat itu adalah salah satu penata musik penting di Indonesia, yakni Yockie Suryo Prayogo.
Berangkat dari semangat ingin menggiatkan musik Indonesia hal, Kadri Mohamad, dari XI Creative sebagai promotor menggelar LCLR plus Concert Yockie Suryo bertempat di Nusa Indah Theatre, Balai Kartini, Jakarta, pada Kamis dan Jum’at (1-2/10) ini. 
Kadri sebagai lulusan SMA 11 Bulungan Jakarta,  mengungkapkan kalau ajang yang digelarnya semacam memindahkan ajang yang semula lokal menjadi nasional
“Konser ini berikhtiar memindahkan acara yang sifatnya lokal menjadi lebih besar atau menasional,” katanya di Jakarta baru baru ini.
Setelah  melakukan riset kecil kecilan, maka ditemukan putusan jika sejumlah lagu hits di album LCLR 1977 dan 1978 serta nama Yockie Suryo Prayogo yang paling banyak ditunggu penikmat musik Indonesia lawas. Untuk mengkaitkannya dengan generasi masa kini, sejumlah penampil asli di album itu. Yaitu Berlian Hutauruk, Keenan Nasuiton, Dhenok Wahyudi, Chaseiro, Benny Subardja, Louise Hutauruk, Tika Bisono, Harry Sabar dan Debby Nasution, akan sepanggung dengan Once Mekel, Fadli Padi, Andi /rif, dan Rian D’Masiv.
22 buah lagu dipastikan dibawakan dalam konser yang juga diikhtiarkan akan dibawa ke sejumlah kota besar di Indonesaia itu. Dengan iringan musik Indro Hardjodikoro & Friends, sejumlah lagu legendaris seperti “Lilin Lilin Kecil,” “Apatis,” “Kidung,” hingga “Badai Pasti Berlalu,” akan dibawakan dalam konser yang tiketnya telah sold out ini.
Yockie Suryo Prayogo sebagai penata musik menjanjikan akan membawakan reportoar dalam pendekatan budaya. Dalam artian, “Karena saya bagian dari sejarah saat itu, maka saya sebisa mungkin akan menyajikan musik aslinya saat itu ke penikmat musik masa kini,” katanya.
Menurut Yockie, terjadi gap antara generasi masa lalu dan masa kini, dia tetap yakin masih bisa memberikan hiburan sebuah konser musik.
“Yang pasti saya tidak hanya bernostalgia. Tapi sekaligus memberikan gambaran kalau ilmu dan teknologi harus disikapi, dengan segala komtemplasi, yang nyaris tidak dilakukan anak sekarang. Untuk alasan itulah, konser ini ada dan penting,” katanya sembari menyorongkan tema turunan, konser LCLR plus Concert Yockie Suryo adalah konser Kesaktian Musik Indonesia, yang diadakan berbarengan dengan hari Kesaktian Pancasila.
Dhenok Wakyudi bersaksi, kehadiran Yockie dalam kazanah musik Indonesia, memberi karakter pada musik Indonesia, yang mampu dinikmati lintas generasi. Hal senada diutarakan Harry Sabar, yang menimbang,”Seorang Yockie sangat berharga bagi Indonesia. Karena dia banyak memberikan manfaat bagi musik Indonesia,” katanya sembari menambahkan, Yockie turut membidani kebesaran nama Chrisye, Eros Djarot dan lainnya. (ThressNo)
Post a Comment