Breaking News

Sylvia Fully, Penghisap Shisha

Sylvia Fully, Penghisap Shisha


Sylvia Fully, Penghisap Shisha

Jakarta, Media Investigasi

        Gaya hidup merokok Shisha ala orang Timur Tengah. Ternyata menerpa bintang akting Sylvia Fully, sejak tahun 2008 lalu ia punya kebiasaan yang berbeda dan jarang dilakukan wanita Indonesia. Karena kalau ada waktu luang, ia lebih suka menghisap Shisha ketimbang kongkow di mall.
        Jawara Miss Celebriy 2010 film ini mengaku ia  mengenal Shisha dari kedua orang tuanya yang juga penyuka mengkonsumsi rokok yang aroma asapnya buah-buahan.
      "Aku nggak tahan kalau sehari nggak hisap Shisha, kalau nggak ngerokok Shisha tidak enak, ada yang hilang. Makanya boleh dibilang sudah kecanduan, aku juga punya alat Shishanya di rumah," cetus Sylvia usai jumpa pers film Harim di Tanah Haram di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, Rabu (11/11).
        Diakui, bintang utama film Harim di Tanah Haram hampir setiap hari merokok Shisha. Bahkan, wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat 24 September 1988 merasa tenang dan rileks ketika menghisap Shisha di pelataran rumanya.
          "Rasanya kalau habis hisap rasanya rileks aja kalau lagi ngisap shisha, pikiran bisa ngeplong. Saya biasanya sehari sekali ngisap, tapi saya bukan perokok seperti pada umumnya," kata Sylvia menebar senyum.
       Walau penghisap berat Shisha  Sylvia tak kuatir efek samping akibat kecanduan rokok shisha. "Saya tahu efek sampingnya mengkonsumsi Shisha. Tapi, untungnya selama pakai Shisha saya nggak pernah sakit akibat Shisha.
juga selalu cek paru-paru ke dokter setiap enam bulan sekali," kata Sylvia.
         Soal perannya di film Harim di Tanah Haram  Sylvia mengaku mendapat peran terberat sepanjang karirnya di dunia perfilman tanah air.
         Kali ini, mojang Bandung ini dipercaya sebagai pemeran utama untuk film terbarunya berjudul Harim di Tanah Haram. Sebagai pemeran utama, wanita pemilik nama lengkap Sylvia Fully Rahaesita ini mengaku menjadi beban berat.
        "Ini film kedelapan saya. Dan ini pertama kali jadi pemeran utama dan tentu beban berat sebagai pemeran utama. Film ini paling sulit dibanding film-film yang pernah saya mainkan," ungkap Sylvia
        Apalagi Sylvia harus memerankan sosok wanita berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial.
        "Tantangannya lumayan berat. Di film ini saya harus jadi pelacur, dalam artian pelacur bukan menjual diri tapi diperjualbelikan gitu. Saya gak ngerti bagaimana untuk menjadi pelacur, saya mencari tau di program-program TV, dan baca media," tambah Sylvia.
         Untuk itu Sylvia berharap filmnya bisa ditonton banyak penikmat film Indonesia. "Jangan lihat peran saya sebagai pelacur di film ini,  tapi film ini nilai edukasinya tinggi," tandasnya. (ThressNo)
Post a Comment