DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Dwiki Dharmawan Main Film

Dwiki Dharmawan Main Film

Dwiki Dharmawan Main Film

Jakarta, Media Investigasi

        Sebagai musisi nama Dwiki Dharmawan sudah mumpuni, pun sebagai scoring film, ia pernah diganjar Piala Citra lewat film Cinta Dalam Sepotong Roti. Tapi urusan akting, ternyata suami rockerwati Ita Purnamasari tidak pernah tertarik. Tapi begitu diminta oleh penulis novel best seler Helvy Tiana Rosa yang sukses dengan karyanya, Ketika Mas Gagah Pergi, Dwiki akhirnya mau main film religi tersebut.
          "Saya diminta oleh mbak Helvy untuk main, tadinya sih malas tapi setelah membaca skripnya, saya jadi ingin mencoba," kata Dwiki ketika ditemui saat peluncuran single Rababana milik Indah Nevertari di kantor Warner Muisc di kawasan Gambir, Jakarta Pusat Rabu (13/1).
          Di film yang dibintangi Wulan Guritno, Mathias Muchus itu,  Dwiki kebagian peran menjadi seorang bapak dari pemeran Mas Baca Pergi.
         "Saya dapat dua scene, walau begitu peran saya pegang kendali dari awal sampai akhir cerita," jelas motor band Karakatau ini.
           Selain main, Dwiki juga menjadi scoring film Ketika Mas Gagah Pergi. Melihat ceritanya yang menginspirasi banyak orang, maka Dwiki pun tidak main-main dalam menggarap musiknya.
     "Saya sudah baca novelnya, saya membayangkan musiknya harus orkestra karena ini sebuah kisah sangat luar biasa," kata Dwiki.
       Alasan memilih orkestra di sana, kata Dwiki, lantaran dia sedang berada di Eropa untuk konser ketika harus menyelesaikan musik KMGP.  Lagipula, Dwiki menambahkan Chezch Symphony Orchestra dapat menyelesaikan musik untuk film panjang dalam waktu relatif singkat, yakni empat jam.
        Dia enggan mengungkapkan apakah rekaman di Eropa memakan biaya yang lebih besar ketimbang membuat di dalam negeri.  "Musik sepanjang itu rekamannya di sini (Indonesia) bisa harus seminggu lebih, jadi biaya dan tenaga juga besar," dia beralasan.
         Sebagian dari biaya pembuatan musik KMGP juga berasal dari kantongnya sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap film yang dananya dikumpulkan dari urun dana (crowdfunding).  Helvy mengamini bantuan Dwiki yang diutarakan sejak awal.
         "Pertama kali ketemu Dwiki, 'kayaknya saya nggak sanggup bayar Mas Dwiki,” dia bilang 'Sudah, sebagian saya sedekahkan'," kata Helvy.
        Dwiki juga menggarap lagu tema KMGP berjudul "Rabbana" ciptaan Rizki Awan yang dibawakan juara kompetisi menyanyi Rising Star Indonesia Indah Nevertari.
         Novel Ketika Mas Gagah Pergi ditulis Helvy pada 1992 dan diterbitkan lima tahun kemudian. Buku yang sudah dicetak ulang 39 kali oleh tiga penerbit itu mengisahkan hubungan Gita dengan abangnya Mas Gagah tentang hijrah dan keindahan Islam. Film "Ketika Mas Gagah Pergi" akan tayang pada 21 Januari.
           "Ceritanya sangat menginspirasi banyak orang, jadi pantas kalau jadi tontonan semua keluarga Indonesia yang membutuhkan tontonan yang tak sekedar menghibur tapi unsur edukasinya kental," tutup Dwiki. (Boeyil)
Post a Comment