DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

PERISTIWA; KADES OI KATUPA DAN JAMAAHNYA TINGGALKAN KOTA BIMA

PERISTIWA; KADES OI KATUPA DAN JAMAAHNYA TINGGALKAN KOTA BIMA

Kades Oi dan Jamaahnya

Kota Bima, Media Investigasi - Perseteruan antara Kades Oi Katupa Muhidin dan puluhan pengikutnya dengan pihak PT. Sanggar Agro, hingga kini belum ada titik temu, Komnas HAM, sempat turun ke Oi Katupa untuk mengkroscek laporan mereka yang masuk pada tahun 2015 lalu. Hasilnya, juga belum diketahui.

Tetapi, pasca investigasi tersebut, pihak Komnas HAM langsung menggelar pra media dengan pihak Pemkab Bima dan dengan sejumlah instansi terkait, termasuk pihak PT. Sanggar Agro dan BPN Kbupaten Bima. Pramediasi tersebut hanya menghasilkan saran agar Pemkab Bima segera membentuk tim investigasi menyeluruh tentang sejumlah permasalahan yang ada di oi Katupa.


Hasilnya, kini tim bentukan Bupati Bima dibawah kendali Asisten II Drs. H. Muzakir M.Si itu, kini sedang bekerja. Tim diakui sudah dibentuk. Rencananya, dalam waktu segera, tim akan langsung ke Oi Katupa. Hasil investigasi tersebut, diakui akan disatukan dengan temuan Komnas HAM. Selanjutnya, akan dibahas bersama Komnas HAM pada pertremuan mediasi yang akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2016.

Lepas itu, Kades Oi Katupa Muhidin bersama puluhan “jamaahnya” (pengkutya), tercatat sebulan lebih menginap di eks kantor Bupati Bima. Tujuannya, menunggu kepastian soal solusi yang diterapkan oleh Pemkab Bima terkait keinginannya. 

Sayangnya, perjuangan tersebut hingga kini tak membuahkan hasil. Maksudnya, sampai saat ini, harapan Muhidin dan pengikutnya tersebut, masih bersifat mimpi (belum tercapai).

Karena tak sanggup menunggu lama atas keputusan Bupati Bima terkait perseteruannya dengan pihak PT. Sanggar Agro, Muhidin dan pengikutnya-akhirnya pada Senin (3/10/2016) angkat kaki dari Kota Bima (minggat). 

Seluruh peralatan penginapan termasuk alat-alat dapur yang digunakan selama menginap di tanah kosong tersebut, kini telah diangkutnya dan kemudian dibawa ke tempat lain.

Liputan langsung seluruh media massa baik cetak maupun elektronik melaporkan, sebelum meninggalkan tanah kosong tersebut, Muhidin dan pengikutnya yang juga melibatkan pihak GNP 33UUD 1945 dibawah kendali Arif Kurniawan, sempat long march (jalan kaki) dari lokasi itu menuju kantor Bupati Bima.

Jalan kaki tersebut, berlangsung sekitar satu jam. Sesampainya di kantor Bupati Bima, mereka sempat melakukan orasi. Tuntutannya adalah sama seperti sebelumnya. Yakni, pencabutan IUP PT. Sanggar Agro dan penegakkan Perda no 2 tahun 2012. 

Setelah beberapa saat menggelar aksi demonstrasi, delegasi massa langsung bertemu dengan Bupati Bima melalui Asisten II Drs. Muzakir M.si.
Singkatnya, pertemuan tersebut tidak berlangsung lama. Zakir hanya memberikan penjelasan singkat kepada delegasi massa. 

Yakni, pemerintah sedang bekerja tim yang siap turun investigasi ke Oi Katupa sebagaimana permintaan Komnas HAM, diakuinya telah dibentuk.
“Ya, tadi mereka sempat berorasi di depan kantor ini. tak lama kemudian, saya mengundang mereka untuk berbicara di ruang kerja saya pula. Hasilnya, mereka sudah mendengarnya. 

Tetapi, mereka berjanji tidak akan pulang ke Oi Katupa sebelum membawa pulang hasil dari perjuanganya,” tandas Zakir.

Zakir kemudian mengungkap, massa Kades tersebut akan memindahkan tempat pengiunapannya, dari eks kantor Bupati Bima lapangan Talabiu, Kecamatan Woha-Kabupaten Bima. “Mereka mengaku akan nginap disana sambil menunggu hasil yang dilahirkan melalu mediasi dengan Komnas HAM. Insya Allah, pertengahan Oktober akan ada hasilnya,” paparnya.

Kepala Kesbangpolinmas Kabupaten Bima Drs Ishaka yang mengawal kepulangan mereka, menjelaskan bahwa massa tersebut tidak menginap di lapangan Talabiu sebagaimana rencana awalnya. Tetapi, justeru malam ini (3/10/2016) menginap di Parunae-Woha. “Nggak jadi mereka nginap di lapangan Talabiu. Tetapi, malam ini mereka justeru nginap di paruganae,” tandasnya, Senin (3/10/2016).

Ishaka kemudian menjelaskan, kendati demikian massa tersebut khususnya puluhan warga Oi Katupa belum mau kembali ke kampungnya. Melainkan, akan membangun tenda penginapan di depan kantor Bupati Bima di Godo. “Rencananya, besok (4/10/2016) mereka akan membangun tenda penginapan sekaligus menginap di depan kantor Bupati Bima tersebut,” ungkapnya.

Dia kemudian membenarkan, Kades Oi Katupa dan pengikutnya tersebut, satu bulan lebih menginap di eks kantor Bupati Bima. selama itu pula, beberapa orang anak kecil yang terlibat di dalamnya, sempat didera oleh sejumlah penyakit. “Alhamdulillah, sekarang mereka sudah sehat-sehat saja. Dan, sudah tidak ditemukan lagi di eks kantor Bupati Bima,” pungkasnya.
Repoter; Abd.Rahim
Editor; Rosyid
Post a Comment