DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

FILM GENRE KOMEDI STIP AND PENSIL

FILM GENRE KOMEDI STIP AND PENSIL

MD Pictures kini menghadirkan film terbaru dengan genre berbeda yaitu genre komedi remaja berjudul Stip dan Pensil.

Jakarta, Media Investigasi- MD Pictures selalu melakukan inovasi dalam hal memproduksi film, sehingga film-film tidak monoton di satu genre saja. Wajar setiap film yang diproduksi MD raihan penontonya box office. Seperti sekarang ini ketika masih menikmati sukses pencapaian jumlah penonton mencapai 2 juta orang lebih untuk film bergenre horor berjudul Danur : I can See Ghost,  MD Pictures kini menghadirkan film terbaru dengan genre berbeda yaitu genre komedi remaja berjudul “Stip dan Pensil”. Film ini dibintangi oleh aktor yang sedang naik daun yaitu Ernest Prakasa. Selain itu juga ada Tatjana Saphira, Indah Permatasari, Ardit Erwandha, Arie Kriting, Pandji Pragiwaksono.

Disadari Manoj Punjabi selaku produser kalau film genre  komedi bukan karakter perusahaan filmnya. Meski begitu, dia optimis film Stip & Pensil yang akan tayang mulai 19 April 2017, juga bisa menjadi film box office.

“Pada dasarnya saya suka berinovasi. Setelah film genre drama beberapa kali jadi film box office, genre horor di film Danur, sekarang giliran film komedi remaja”, ujar Manoj Punjabi.


Optimisme Manoj Punjabi film Stip & Pensil akan ditonton banyak orang bukan tanpa alasan. Selain dibintangi oleh para pemain yang saat ini sedang berada dipuncak popularitas, film ini juga ditulis oleh Joko Anwar dan disutradari oleh Ardy Octaviand.

“Saya memang ingin selalu mencetak film box office. Tujuannya untuk memajukan industri film Indonesia”, harap Manoj Punjabi.

Sementara itu Ernest Prakasa mengungkapkan dirinya senang sekali membintangi film Stip & Pensil dimana naskah cerita yang disuguhkan dianggapnya sangat menarik.  Di samping itu, dia juga gembiran karena para pemain diberi kebebasan untuk berimprovisasi untuk menunjukkan kreativitas mereka supaya suasana di film terasa lebih hidup.

“Selain naskah yang menarik, kami juga bebas melakukan improvisasi sepanjang tidak keluar dari pakem cerita dan arahan sutradara”, kata Ernest yang sukses menyutradari film Cek Toko Sebelah.

Artis cantik Tatjana Saphira mengatakan, selama menjalani syuting di tempat-tempat kumuh, dirinya cukup mudah beradaptasi. Tidak ada rasa jijik dirasakannya. Tadjana Saphira justru langsung bergabung dan bergaul dengan warga miskin kota sejak hari pertama syuting. “Pas ditawari main film ini, aku sudah baca skripnya, aku tahu akan syuting di tempat kumuh. Pada saat syuting berjalan dengan baik dan lancar. Adaptasinya ternyata tidak susah”, kata Tadjana Saphira.

Film karya Ardy Octaviand ini mengangkat kisah persahabatan  dan juga perundungan (Bullying) di sekolah.  Sekelompok remaja yang terdiri dari Bubu, Tony, Aghi dan Saras bekerja keras mendirikan sekolah darurat  dan mengajar anak-anak jalanan di kawasan kumuh  demi menunjukkan prestasi. Tujuannya menghapus stigma buruk sebagai anak-anak orang kaya yang sombong yang mereka terima dari teman-temannya. Ini memang sebuah film yang berbeda, namun sangat dekat dengan kita. (byl/yy)
Editor: Rosyid

Post a Comment