DESKRIPSI GAMBAR

Channel Investigasi

Pedagang Outlet Pulsa dan Handpone Demo Aturan Menteri Kominfo No 20 tahun 2017

Pedagang Outlet Pulsa dan Handpone Demo Aturan Menteri Kominfo No 20 tahun 2017


Tangerang (MI)- Aksi unjuk rasa para pedagang konter handphone dan pulsa se-kota Tangerang menuntut hak rakyat para pedagang kepada pemerintah kota Tangerang ,atas keluarnya peraturan baru yang di berikan oleh menteri KOMINFO atas perubahan pembatasan 1 nik untuk 3 kartu perdana, di depan kantor pusat pemerintah ( PUSPEM ) Kota Tangerang (28/03).

Kurang lebih 10 ribu kartu perdana yang sudah tidak bisa di Registrasi dibakar. Mewarnai kompaknya ratusan para pendemo yang mengatas namakan diri dari  ( KNCI ) Komunitas  Niaga Selular Indonesia.

Mewakili penjual outlet/konter pulsa sekota Tangerang dari berbagai wilayah yang merasa dirugikan oleh peraturan baru yang dikeluarkan oleh mentri KOMINFO. Terkait peraturan itu masa menuntut pemerintah daerah untuk turun menanggapi Apresiasi yang ahirnya turun ditengah-tengah masa Perwakilan Dewan DPRD komisi satu " Agus dan Baehaki menyambut aksi dengan turun ke jalan dan memberikan tanggapan, bahwasanya saya sebagai perwakilan rakyat menampung aspirasi masyarakat, dengan komentar bahwa yang menentukannya nanti pemerintahan pusat, dan keputusan ini yang akan memutuskan nya menteri nanti, dan semoga apa yang rakyat perjuangakan, akan di qobul oleh Allah SWT" ujarnya.

Hari ini kami menuntut hak rakyat para pedagang kepada para pemerintah kota Tangerang, atas keluarnya peraturan baru yang di berikan oleh menteri KOMINFO atas perubahan pembatasan 1 nik untuk 3 kartu perdana, dimana hal itu hanya menyengsarakan para pedagang teriak sang orator aksi Habibi.

Masih kata Habibi" jika hari ini aksi kami tidak ditanggapi dengan solusi yang kami harapkan kami akan naik melanjutkan Aksi ke istana Presiden supaya peraturan  menteri KOMINFO No 21 tahun 2017 digugurkan" Tegasnya.

Baca juga : Dilema SDN 76 Watu Kepsek Vs Bendahara BOS

Ditempat yang sama Saepul basri (Marcel) selaku orator menyerukan ajakannya  kepada semua pedagang outlet/konter pulsa dan lapisan masyarakat untuk terus melakukan pengawasan kepada pemerintah hingga sampai tuntutan ini bisa di dengar oleh pemerintah pusat yang saat ini berpihak hanya kepada pemodal besar saja dan rakyat kecil di terbelakangkan" pungkasnya. (Luchi)