DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

KADISPORA terkesan Kurang senang dikonfirmasi

KADISPORA terkesan Kurang senang dikonfirmasi


Kotabumi (MI)- Kepala Dinas Kepemudaan Olah Raga  dan Pariwisata (DISPORA), Kabupaten Lampung Utara, kurang bersahabat dengan awak media.

Seorang Kepala dinas, yang notabennya menjadi contoh, yang baik, sikap ataupun bahasa, sepatutnya bijak santun dan menjaga wibawa, agar di segani dan di hormati, oleh semua golongan, serta pintar diplomasi, untuk pencapaian yang maksimal.

"Namun tidak, sebaliknya oknum Kadis, malah menunjukan sikap arogansinya, terhadap awak media, saat di mintai kejelasan hasil investigasi, di lapangan perihal (PAD) Lampura, terhadap awak media, saat di mintai keterangan terkait informasi publik. "dan pertanyakan, sejumlah anggaran sisa pungutan Pendapatan Asli Daerah (PAD) didinas tersebut. Jum'at 13/04

Terkait dugaan meraup uang sisa PAD, Ilham Akbar, S. STP., M.H, selaku Kepala Dinas (Kadis), Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata  Kab. Lampura, yang menunjukan sikap tidak terima dan enggan memberikan komentar nya pada awak media" apa lagi yang mau ditanya, naikkan saja saya tidak takut, ucapnya menunjuk kan ketidak senangan ketika di minta kejelasan.

"Dulu kamu memberitakan saya, dan ada foto saya perihal anggaran ulang tahun lampung utara, yang ke 71 tahun lalu, di ungkapnya dengan nada yang keras.

Untuk lebih jelas silahkan tanya pada Kepala Seksi (Kasi) saja, karena beliau yang lebih mengetahuinya, singkat Ilham, yang terkesan tidak ingin Di Konfirmasi oleh media.

Pada tahun 2017 lalu Dinas Kepemudaan Olah Raga  dan  Pariwisata (DISPORA) Kabupaten Lampung Utara, ditarget kan PAD nya Rp 20 juta pertahun dan target tersebut tercapai,  namun dari hasil investigasi awak media di lapangan, masih banyak sisa dana pungutan dari berbagai kegiatan yang ada, ucap RM memaparkan, selaku kabiro, Media Koridor.

"Lebih lanjut, dijelaskannya, contohnya saja, dari penyewaan Gedung Olah Raga, GOR Sukung Kelurahan, Kelapa Tujuh, perbulan Rp 1.000.000  hingga Rp 1,5 juta, dari Lapangan Tenis, selain  dari Lapangan Tenis ada Lapangan Footsaal, Rp 120,000 hingga 150 ribu perbulannya, belum lagi dari halaman parkir Stadion Sukung, Mitsiko Siomi, yang digunakan oleh berbagai kegiatan Konser dan kegiatan KPU serta Kampanye dari beberapa calon Gubernur ucap nya kepada pawarta media investigasi.

Sementara itu ketika di temui di ruangan yang berbeda Yulinar, selaku Kasi. yang menangani dana (PAD) tersebut dia Menepis, jika sisa dana tersebut telah masuk kekantong pribadi,  menurutnya sisa dana (PAD) tersebut di gunakan untuk perawatan GOR, dan upah pekerja yang merumput dilokasi stadion,  selain itu berbagai kegiatan Partai ada yang tidak bayar, ucapnya. (yudi/man)
Post a Comment

Sorotan Investigasi

Setelah 50 tahun, Freeport Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Oleh : Nadia Basri (Mahasiswa di The Business School, Bournemouth University, UK) Jakarta, (MI)- Hari ini, Kamis (12/7/2018) di Tanger...