DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Peresmian Pasar Wadai Ramadhan Kotabaru disebut Pasar Kue

Peresmian Pasar Wadai Ramadhan Kotabaru disebut Pasar Kue


Kotabaru Kalsel, (MI)- Pelepasan balon tanda dimulainya Pasar Wadai (Kue) oleh Bupati  H. Sayed Jafar. SH yang dihadiri seluruh Kadis dan Porkopimda Bupati H. Sayed Jafar. SH, yang didampingi Hj. Fatma Idiana, Sayed Jafar. Setda Said Akhmad. Assegaf. MM. beserta Ibu, Kepala Departemen Agama, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kotabaru, Dandim 1004 Kotabaru beserta Ibu, Danlanal beserta Ibu, dan yang mewakili Kapolres pun hadir. Dan dari Pihak Perusahaan Pertamina, Bank Kal-Sel, Bank BPD, Bank BRI, Bank Mandiri Serta Satuan Pengamanan dalam mengatur Lalu Lintas serta Dinas LLAJR dan Satpol PP Kotabaru. Serta disaksikan masyarakat yang ingin melihat langsung jalannya peresmian pasar Wadai (Kue) di pasar Limbur Kotabaru.

Laporan yang disampaikan M. Idrus. S. Sos, menyampaikan didepan  Bupati, "dengan terselenggaranya Pasar Wadai (Kue) ini tidak terlepas atas dukungan Pemerintah Daerah yang ada, juga disampaikan bahwa tempat untuk para Pedagang yang ada ini tidak ada pungutan biaya sepeserpun ini semuanya Gratis . Sedangkan Pedagang yang menempati Tenda ber jumlah 74 Orang terdiri dari untuk Kue 50 Orang, Pedagang Es Buah dan Kurma 10 Orang dan untuk Pedagang Sayur Masak dan Ikan Bakar 14 Orang" ujarnya.

Harapan Pemerintah Daerah. Bupati H. Sayed Jafar. SH dalam sambutannya, bahwa ini adalah harapan yang harus dikembangkan dan dikemas supaya ini bisa menjadi yang terbaik lagi kedepannya, sehingga Pasar Wadai (Kue) menjadi tradisi yang lebih maju, dan pada Pedagang mampu menjaga terutama Kebersihannya, Bupati pun berpesan janganlah Pedagang Kue memakai pengawet, untuk mendapatkan untung yang banyak, yang penting dipelihara dengan baik, utamanya kebersihan kue tersebut. Sehingga yang membeli enak begitupun sebaliknya Pedagang mendapatkan untung baik Pula,.


Pantauan awak media sewaktu habis peresmian pasar, semuanya stand kue stand sayur mayur dan lainnya dibeli Bupati, untuk selajutnya dibagikan pada masyarakat yang ada. (M. Badrun)
Post a Comment