DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Masyarakat Merasa Terganggu dengan Adanya Proyek Perawatan Talud Penahan Ombak di Sungai Manggar

Masyarakat Merasa Terganggu dengan Adanya Proyek Perawatan Talud Penahan Ombak di Sungai Manggar


Babel, (MI)- Pengerjaan proyek perawatan talud penahan ombak di sungai Manggar banyak dikeluhkan warga dalam aktifitasnya, Proyek Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar wilayah Sungai Sumatera VIII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat APBN Anggaran tahun 2018 itu, dalam aktifitasnya berdekatan dengan pemukiman warga. Proyek dengan nilai Rp. 558.842.000,- (Lima ratus limapuluh delapan juta delapanratus empat puluh duaribu rupiah), (20/06).

Proyek tersebut sudah dilaksanakan kurang lebih 3 minggu, banyak menuai kritikan warga yang tinggal sekitar pelaksanaan proyek, dituturkan Mentak Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) ke awak media "kami masyarakat Desa Baru Utara RT. 001 Desa Baru Kecamatan Manggar Belitung Timur merasa sangat terganggu dengan adanya aktifitas proyek tersebut" katanya.

Pihak kontraktor menyetok material seperti batu dan pasir bangunan di halaman rumah rumah penduduk sekitar lingkungan pemukiman proyek perawatan talud penahan ombak yang sedang di laksanakan ini, kata salah seorang waraga Mamong Warga RT 001.

"Pelaksanaan kegiatan peroyek yang bersumber dari agaran APBN  tahun angaran 2018 tersebut tidak masalah, yang jadi masalah kurangnya koordinasi kontraktor pelaksana dengan masyarakat Dusun Baru Utara, khususnya masyarakat di RT 001 penumpukan dan penimbunan material seperti batu dan pasir bangunan di halaman rumah rumah penduduk yang tidak ada Assalamu 'alaikum nya (permisi red) menimbulkan banyak masalah, material bangunan di tumpuk di depan pintu rumah penduduk di gang jalan menuju ke rumah penduduk dan tambat perahu di belakang rumah penduduk, inikan halaman orang rumah dan halaman penduduk ini ada pemiliknya, alanglah arif dan bijaksananya apabila pihak kontraktor permisi kepada pemilik rumah dan halaman penduduk yang bersentuhan langsung dengan aktifitas kegiatan proyek tersebut di laksanakan" ujar Mentak.

Ketika berita ini di turunkan pihak CV. Eka Putri Prima belum bisa untuk di konfirmasi di karenakan tidak adanya nomor telepon kantor maupun nomor handhphone atau yang tertera di alamat kantor pada papan kegiatan pelaksanaan kegiatan proyek tersebut.

Baca juga : Persit Kartika Chandra Kirana Berbagi Takjil di Lokasi TMMD 102

Demikian juga untuk melakukan konfirmasi pada pihak pihak yang berwenang di pemerintah daerah mulai dari pemerintah Desa sampai pemerintahan Kabupaten masih terkendala cuti bersama Idul Fitri 1439 Hijriah.
(Saipul/hadi)
Post a Comment

Sorotan Investigasi

Setelah 50 tahun, Freeport Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Oleh : Nadia Basri (Mahasiswa di The Business School, Bournemouth University, UK) Jakarta, (MI)- Hari ini, Kamis (12/7/2018) di Tanger...