DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Pimpinan KPK Terima Pansel Hakim MK

Pimpinan KPK Terima Pansel Hakim MK

Jakarta, (MI)- Lima komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima perwakilan dari Panitia Seleksi (Pansel) Calon Hakim Mahkamah Konsititusi (MK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta (9/07) Senin.

Para anggota pansel bermaksud meminta analisis KPK tentang sembilan calon Hakim MK yang sudah lulus. Selain lima komisioner, Deputi Pencegahan Pahala Nainggolan, Juru Bicara Febri Diansyah, dan Direktur Penyelidikan KPK, Heri Muryanto, juga menemui perwakilan dari Panitia Seleksi Calon Hakim MK tersebut.

“Kami harus memilih hakim MK yang berintegritas, karena akan menjadi benteng terakhir peradilan di Indonesia,” kata Ketua Panitia Seleksi Calon Hakim MK, Harjono.

Maka, kata dia, pansel harus meminta pendapat dan penilaian dari berbagai pihak, salah satunya kepada KPK. Ia mengatakan ingin meminta Informasi tentang para calon hakim MK seakurat mungkin. Data-data dan analisis yang dirangkum oleh KPK kemudian akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dan proses wawancara calon hakim yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 2018.

KPK telah melakukan monitoring terhadap 9 calon Hakim MK yang lolos seleksi, tim penyelidikan dan monitoring KPK akan menyerahkan analisis terhadap masing-masing calon Hakim MK yang terpilih.

Usai bertemu dengan komisioner KPK, pansel mengumumkan sembilan nama yang terpilih sebagai calon Hakim MK melalui konferensi pers. Sembilan nama tersebut adalah Anna Erliyana, Enny Nurbaningsih, Hesti Amiwulan Sochmawardiah, Jantje Tjiptabudy, Lies Sulistiani, Ni'matul Huda, Ratno Lukito, Susi Dwi Harijanti, dan Taufiqurrohman Syahuri.

Calon hakim MK terpilih nantinya akan menggantikan posisi Maria Farida Indrati yang akan segera memasuki masa pensiun.

Baca juga : Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat, Upacara Pembukaan TMMD 102 Tahun 2018

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengimbau kepada masyarakat dan media untuk memberikan segala informasi terkait sembilan calon-calon Hakim MK kepada Panita Seleksi.
“Ini penting untuk ikut mengawasi dan menjaga prosesnya,” kata dia.(HUMAS)
Post a Comment

Sorotan Investigasi

Setelah 50 tahun, Freeport Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Oleh : Nadia Basri (Mahasiswa di The Business School, Bournemouth University, UK) Jakarta, (MI)- Hari ini, Kamis (12/7/2018) di Tanger...