DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Di Tengah Laut, Nurdin Uji Nasionalisme Siswa

Di Tengah Laut, Nurdin Uji Nasionalisme Siswa

Tanjungpinang, (MI)- Gubernur H Nurdin Basirun harus menghentikan kapal pendidikan yang membawa anak-anak dari Pulau Rejai ke Tanjung Lipat, Kabupaten Lingga. Nurdin merasa bahwa keberadaan anak-anak yang sedang duduk di atas kapal, sangat berbahaya kita laut tidak bersahabat.

“Saya kira kapalnya penuh tadi, makanya saya stop. Rupanya cari angin di luar,” kata Nurdin, dalam kunjungannya ke Lingga pekan lalu.

Nurdin yang sedang berkunjung di Pulau Rejai, berencana kembali ke Tanjungpinang. Dalam perjalanan tersebut, Nurdin bertemu dengan kapal pendidikan yang sedang mengangkut para siswa.

Karena melihat para siswa banyak yang duduk di atas, Nurdin langsung menghentikan kapalnya. Begitu berhenti, dan kapal yang membawa Nurdin merapat ke kapal pendidikan, baru terlihat bahwa para pelajar memang lebih senang berada di atas.

Meski anak-anak pulau itu “akrab” dengan laut tersebut, tapi bagi Nurdin keselamatan adalah yang utama. Nurdin langsung berpesan kepada nahkodanya untuk lebih berhati-hati. Karena segala resiko di laut dapat terjadi kapan saja.

“Apalagi kapal belum dilengkapi pelampung,” kata Nurdin.

Pompong bantuan Dinas Pendidikan tersebut setiap hari membawa anak anak sekolah dari Pulau Rejai ke Tanjung Lipat. Nurdin langsung memerintahkan Kadisdik untuk segera memberi bantuan pelampung.

Kalau pelampung sudah diberikan, Nurdin minta dikenakan saat sedang di laut.

Nurdin melihat kapal tersebut agak kurang pas dalam hal kenyamanan. Sehingga anak-anak lebih senang berada di atas kapal.

Nurdin pun berpesan, bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat harus pas dan sesuai kebutuhan. Setelah dibantu, harus terus dievaluasi. Sehingga bantuan-bantuan ke depan semakin pas.

“Apalagi untuk kapal untuk pelajar, semua harus nyaman dan penuh keselamatan,” kata Nurdin.

Baca juga : Roy Pangharapan, Tentang Bailout Utang BPJS

Ketika menghentikan kapal dan bertemu para pelajar, Nurdin tak lupa “menguji” pengetahuan anak-anak. Salah satunya menguji seorang pelajar untuk membacakan Pancasila.

Bagi pelajar yang hafal Pancasila akan di berikan hadiah.Hadiah berupa sebagai cenderamata untuk pelajar,akan pedulinya Gubernur kepada pelajar.Humas,(Sp)
Post a Comment