DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Survei Internasional, Popularitas Jokowi Tenar di Dunia

Survei Internasional, Popularitas Jokowi Tenar di Dunia

Jakarta, (MI)- Kepopuleran Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak hanya membawanya pada jabatan tertinggi di negara ini. Namanya di mata dunia bahkan telah dipandang sebagai sosok berpengaruh dan ikonik (12/10).

Survei internasional bahkan menunjukkan bahwa popularitas Jokowi telah membubung tinggi oleh momentum gebrakan pemerintahannya. Memulai karier sebagai seorang pengusaha mebel, Jokowi dan latar belakangnya telah menjadi kisah yang memotivasi banyak orang dan diteruskan ke generasi selanjutnya. Bagaimana tidak, kini Jokowi telah meyakinkan banyak orang bahwa "semua orang ternyata bisa menjadi presiden".

Seperti yang diyakini The Royal Islamic Strategic Studies Centre (MABDA) ketika merangkum daftar terbaru 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia untuk tahun ini. Sebagai sosok presiden yang populer atas latar belakangnya tersebut, Jokowi disertakan pada urutan ke-13 dalam daftar tersebut.

Dalam daftar yang menyorot para muslim yang memiliki pengaruh signifikan terhadap dunia muslim itu, Jokowi tercatat sebagai sosok yang berpengaruh atas latar belakangnya, yang datang bukan dari golongan elit politik atau militer, namun dipercaya rakyat menjadi presiden.

Jokowi dinilai memberikan pengaruh besar di tengah masyarakat melalui pencapaiannya, dari pengusaha mebel sampai ke jabatan nomor satu se-Indonesia.

"Ia membuat orang dapat mengatakan pada anaknya, 'Lihat Jokowi, beliau dulu hanya penjual mebel dan tumbuh di lingkungan kumuh. Sekarang, ia menjadi presiden'. Semua orang ternyata bisa menjadi presiden," demikian kutipan dari themuslim500.com, yang memuat daftar lengkap 500 muslim berpengaruh itu.

Bahkan, kepopuleran Jokowi membuat dirinya kemudian 'diduplikatkan' menjadi sebuah patung lilin di Museum Madame Tussauds Hong Kong.

Jokowi menjadi orang Indonesia ketiga yang diwujudkan dalam bentuk patung lilin di Museum Madame Tussauds, setelah Presiden RI ke-1 Soekarno dan penyanyi kondang Anggun C Sasmi.

Sederhana, merakyat, dan anti-korupsi, itulah yang membuat Jokowi dipilih sebagai tokoh yang patut diabadikan di museum itu.

Meski perawakannya kerap dipandang media asing sebagai sosok sederhana dan ramah, berbagai kebijakan dan keputusan Jokowi untuk negaranya dinilai telah memperlihatkan sisi tegasnya di mata dunia.

Bahkan, Indonesia dikatakan sudah tidak lagi menjadi negara berkembang yang dapat dipandang sebelah mata oleh dunia.

Satu di antaranya adalah kebijakan Jokowi untuk memperkuat sektor maritim dan perikanan Indonesia, yang diramaikan oleh media asing. Jokowi menjadi populer atas ketegasannya dalam menindak aksi pencurian ikan oleh nelayan-nelayan asing di perairan Indonesia.

Penangkapan berbagai kapal dan nelayan ilegal dari negara-negara tetangga di wilayah perairan Indonesia, dilansir tribunnews. Juga sanksi peledakan kapal yang diberikan, menjadi bahan pemberitaan yang ramai di internasional.

Ketegasan juga Jokowi tunjukkan melalui kebijakan eksekusi mati terpidana narkoba, yang sudah dijalankan sejak dirinya menjabat sebagai presiden pada Oktober 2014.

Kebijakan tersebut tak hanya memicu kritik dari aktivis HAM, namun juga dunia internasional.

Kecaman memuncak saat duo terpidana mati narkoba asal Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, jadi sasaran peluru regu tembak di Nusakambangan. Meski demikian, Jokowi dinilai telah membuat Indonesia dipandang tidak main-main dalam memerangi narkoba.

Oleh sejumlah pemimpin negara, Jokowi juga kerap dikatakan sebagai sosok yang fokus dalam berbicara ketika melakukan pertemuan bilateral, sehingga ketegasannya dalam berpendapat dan menanggapi sesuatu dapat terlihat.

"Jokowi cenderung fokus dan percaya diri dalam membahas berbagai isu, sehingga diskusi menjadi produktif," komentar Perdana Menteri Selandia Baru John Key, usai bertemu dengan Jokowi dalam kunjungannya ke Jakarta, Agustus lalu.

Di samping ketegasannya, Jokowi sempat merebut perhatian publik dan media asing atas respons hangatnya terhadap serangan teror di Jakarta pada Januari lalu.

Selain mengecam serangan mematikan itu, Jokowi mengutarakan pernyataannya dengan ungkapan yang dinilai cenderung hangat dan menenangkan.

""Negara, bangsa, dan rakyat kita tidak boleh takut. Tidak boleh kalah oleh aksi teror seperti ini," ujar Jokowi.

Ia memilih untuk bersikap hangat demi menenangkan masyarakat, ketimbang menggemborkan bahwa Indonesia sedang dalam situasi bahaya.

Hal ini mendapat pujian dari sejumlah pengamat dan media asing, yang menjadikan Jokowi sebagai contoh baik dalam menanggapi sebuah bencana teror.

Pernyataannya kerap dibandingkan dengan pernyataan Presiden Prancis Francois Hollande terhadap serangan teror yang melanda Paris pada 2014 lalu.

Saat itu, Presiden Hollande langsung mendeklarasikan bahwa Prancis dalam status perang dengan teroris. Namun, Jokowi justru dinilai melakukan pendekatan hangat dalam merespons serangan teror di negara ini.

"(Jokowi) memilih untuk fokus melawan tujuan utama dari terorisme, yaitu meneror massa dan mengusik pemikiran banyak orang," demikian The Atlantic mengomentarinya.

Baca juga : Gubernur Antar Langsung Bantuan ke Sugi

Melalui pernyataan hangat itu, Jokowi justru dikatakan lagi-lagi menunjukkan ketegasannya yang selain menenangkan juga membangkitkan percaya diri masyarakat. Terbukti dari menjadi viralnya tagar topik #KamiTidakTakut usai serangan itu terjadi. [mi]
Post a Comment