DESKRIPSI GAMBAR

Breaking News

Bantuan Kaki Palsu Kodam Diponegoro Disambut Gembira Warga Tonjong Brebes

Bantuan Kaki Palsu Kodam Diponegoro Disambut Gembira Warga Tonjong Brebes

Brebes, (MI) - Adalah Mufrodi (60) warga Dusun Balaikambang Rt. 001 Rw. 008 Desa Linggapura Kec. Tonjong Kab. Brebes, kini dapat tersenyum kembali dan termotivasi menjalani kehidupannya untuk menafkahi kelima anaknya. Pasalnya, ia telah melaksanakan pengukuran kaki palsu program bantuan TNI.

Pengukuran bantuan kaki palsu dilaksanakan di Kesdam IV Diponegoro Semarang pada Senin (26/11/18) dengan menggunakan minibus dari Kodim dan diantar Babinsa setempat dari Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Sertu Iskandar. Tak hanya dirinya, tetangga desanya, Wahyono (35) tukang cukur asal Dusun/Desa Tonjong Rt. 001 Rw. 003 juga mendapatkan bantuan serupa.

Dijelaskan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes melalui Pelda Sugiharto, Kodam IV Diponegoro bekerja sama dengan Kick Andy Foundation dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika Ke-73 Tahun 2018. Yayasan ini mencanangkan bantuan seribu kaki gratis bagi para penyandang disabilitas gerak bawa kepada masyarakat di Indonesia. Untuk di wilayah Jawa Tengah, penerima diserahkan Kodam dan pendataan selanjutnya melalui masing-masing Kodim, sedangkan sebagai pelaksananya ditunjuk Kesdam.

Dikatakan Mufrodi, “Sebelumnya saya adalah sopir Bus Dedy Jaya yang mengalami kecelakaan tunggal di Balapulang Kabupaten Tegal pada 25 Februari 2018. Menghindari mobil dari arah berlawanan dan membanting setir sehingga menabrak pohon. Saya satu-satunya korban dalam musibah itu. Saya ucapkan terima kasih kepada TNI dan Yayasan Kick Andy, atas bantuannya. Sekali lagi terima kasih”, ungkapnya bersyukur di huniannya. Selasa (27/11/2018).

Lebih lanjut dijelaskannya kepada Pelda Sugiharto, Bati Tuud Koramil saat berkunjung, Mufrodi diamputasi sampai paha di RS Orthopaedi Purwokerto 15 hari pasca kejadian. Yaitu saat dinyatakan kaki yang sebelumnya di pasang pen, bernanah dan harus direlakan. Keterbatasan ekonomi juga yang memaksa mereka harus rela menggunakan tongkat untuk berjalan dan beraktivitas. Dalam memenuhi kebutuhan keluarga, lelaki 60 tahun tersebut kini membantu istrinya Susilowati (58) untuk berjualan kopi dan makanan di warungnya yang terletak di pinggir Jalan Raya Brebes-Purwokerto di dusunnya. Berpenghasilan rata-rata 75-100 ribu/hari dari hasil jualan, belum cukup untuk menghidupi Ke-5 anak dan dan menyekolahkan dua diantaranya.

Keduanya tak bisa menyembunyikan kebahagiaan ketika hendak berangkat, mengaku bangga atas perhatian TNI walaupun baru sebatas proses pengukuran. Mereka sangat terbantu dengan program penyaluran kaki palsu tersebut dan berharap program serupa akan terus berlanjut membantu warga lainnya. (Anung/Red)
Post a Comment