Baca konten viral kami di BABE

DESKRIPSI GAMBAR    
Hadiah Tidak Kunjung Diberikan, Peserta Maraton Protes!!

Hadiah Tidak Kunjung Diberikan, Peserta Maraton Protes!!

Pekalongan, (MI)- Ratusan peserta ajang lari maraton di Pekalongan protes karena hadiah yang dijanjikan tak langsung diberikan. Panitia ajang bernama Kali Loji Marathon Run kini diperiksa polisi.

"Panitia sudah diperiksa di Polres dan sudah membuat perjanjian untuk melaksanakan kewajibanya yakni pembayaran hadiah untuk juara satu sampai enam," ujar Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Situpu saat dihubungi detikcom, Minggu (11/11/2018).

Untuk pememang juara 1 hingga 6 panitia berjanji akan mentransfer hadiahnya ke rekening masing-masing pemenang, maksimal empat hari setelah dibuatkan perjanjian.

Ferry menjelaskan bahwa ada protes yang disampaikan para peserta tapi tidak sampai menimbulkan kericuhan.

"Tidak ada kericuhan saat lari 10K kali Loji. Duduk masalahnya adalah kesiapan panitia lari 10 K yang minim dan terkesan dipaksakan. Sehingga banyak pelari yang salah jalan, tidak disiapkan bantuan medis, baik ambulans maupun P3K," jelasnya.

Hamdan Farid salah seorang peserta menceritakan jalannya acara ini. Menurutnya, kekecewaan peserta dimulai sejak awal ketika kaos yang dijanjikan oleh pantia tak kunjung diterima padahal acara sudah dimulai. Kemudian rute dan papan petunjuk lomba yang tidak terpasang dan tidak adanya tim medis yang berjaga.

"Ya tadi habis ikut lari, peserta pada kecewa. Jam yang molor hingga peserta yang juara dari Jepang tidak tercatat oleh panitia," kata Hamdan.

"Peserta semua dibohongi panitia, jersey, medali, hadiah dan lain-lain hingga siang ini belum diberikan. Padahal lari sudah dijalankan," imbuh pria yang datang dari Solo ini.

Sela, salah seorang peserta dari Salatiga menjelaskan dirinya juga dibuat bingung dengan perolehan hadiah dari panitia. Juara satu tingkat putri yang semula dijanjikan hadiah Rp 15 juta, kini menjadi Rp 10 juta. Sedangkan juara dua dijanjikan awal Rp 10 juta tapi diberikan Rp 8 juta.

"Penyerahannya pun menunggu empat hari dan akan dikirim ke nomor rekening masing-masing juara. Saya juara dua putri," jelasnya.

Pihak Event Organizer (EO) yakni Heri Hermawan menjelaskan awalnya dia sempat berencana membatalkan lomba lari tersebut karena keterbatasan dana yang ada. Namun oleh pihak Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) memintanya untuk meneruskan.

"Sebelumnya memang kita akan batalkan. Dalam keuangannya seakan kita dipaksakan," jelasnya.

Menurut Heri, awalnya acara ini menargetkan 6 ribu peserta. Namun hingga hari H jumlah yang mendaftar hanya 500 peserta.

Untuk mengikuti acara ini, peserta 21 K membayar uang Rp 325 ribu, untuk 10 K ditarik Rp 275 ribu, untuk 5 K sebesar Rp 175 Ribu dan pelajar Rp 75 ribu.

"Jadi total uang pendaftar Rp 69 juta sekian. Sirkulasi keuangan ada di KPKL bukan kami," jelasnya.

Menurut Heri, sedianya pihaknya menargetkan peserta 6 ribu sesuai dengan rancangan anggaran Rp 1,4 milyar untuk kegiatan Kaliloji dan maraton.

"Untuk hadiah akan dilakukan dalam kurun waktu 4x24 jam. Kita mohon pengertianya lah pada teman-teman. Saya tidak lari," katanya.

Baca juga : Menko Luhut ; Deklarasi Manado Aksi Nyata Negara-Negara Kepulauan Hadapi Ancaman 

Sementara itu pihak Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) yakni Titinuraini mengaku sudah menyetorkan uang pelaksanaannya kepada Heri.

"Untuk lari ini kita tidak pernah dilibatkan. Uang pelaksanaan sudah kami setor dari Rp 10 juta, Rp 15 juta dan kita genapi Rp 60juta," katanya.[ind]