BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR  
Berita Hoaks Berkembang, Presiden Jadi Sasaran

Berita Hoaks Berkembang, Presiden Jadi Sasaran


Jakarta, (MI)- Berita bohong, fitnah, atau hoaks perbuatan keji yang sengaja dibuat agar korban masuk kekatagori konten yang mereka buat, (15/05).

Presiden Joko Widodo menjadi korban penyebaran berita bohong atau hoaks yang berkembang di media sosial beberapa hari ini. Postingan yang beredar tersebut rupanya mengganti judul berita, dan menggunakan tangkapan layar dari berita di situs tempo.co, kemudian menuliskan judul “Jokowi: Korban Meninggal Itu Sudah Takdir Jangan Diperpanjang Lagi”.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, narasi dalam berita tersebut, benar merujuk kepada kasus meninggalnya petugas KPPS di Pemilu 2019. Namun, untuk judul beritanya sengaja dipelintir dan diedit.

“Pernyataan Presiden Jokowi itu adalah hasil suntingan, dan dipelintir dari tempo.co yang sengaja diganti judulnya sehingga membangun premis yang salah terhadap foto berita itu,” kata Ferdinandus di Jakarta, Rabu (08/05/2019).

Lebih lanjut, Ferdinandus menjelaskan, suntingan terlihat jelas dari font teks judul yang berbeda dengan font teks yang selama ini dipakai oleh tempo.co.

“Tempo tidak pernah mempublikasikan tentang pernyataan Pak Jokowi mengenai, takdir korban meninggal. Pak Jokowi, juga tidak pernah membuat pernyataan seperti itu,” jelas Ferdinandus

Setelah ditelusuri lebih lanjut, postingan berita asli dari tempo.co berjudul, "Jokowi Diminta Tak Hanya Pindahkan Ibu Kota, Tapi..."

Dalam berita asli dari tempo.co saat Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden (29/04/2019). Rapat tersebut membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota.

Selain hoaks tentang Presiden Jokowi, Kementerian Kominfo juga melaporkan isu hoaks harian untuk tanggal 8 Mei 2019 sebanyak 12 hoaks. Salah satunya juga menyebutkan, gudang peluru sudah diserahkan polri untuk tembaki rakyat.
***
(dwi)