Baca konten viral kami di BABE

DESKRIPSI GAMBAR    
Polisi: Status Baequni sekarang Sudah Tersangka

Polisi: Status Baequni sekarang Sudah Tersangka


Jakarta, (MI)- Kepolisian Daerah Jawa Barat langsung menetapkan status tersangka kepada Ustaz Baequni setelah pria itu ditangkap dan ditahan pada Kamis tengah malam.

Baequni disangka menyebarkan kabar bahwa para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pemilu 2019 meninggal dunia akibat diracun.

Ketika dikonfirmasi pada Jumat, 21 Juni 2019, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kombes Pol Samudi membenarkan status Baequni sekarang. “Sudah [berstatus] tersangka,” katanya, tanpa merinci pelanggaran hukum apa yang dijeratkan kepada Baequni.

Meski berkata singkat, Samudi mengklaim penangkapan dan penetapan tersangka Baequni sesuai prosedur dan peraturan perundangan, di antaranya memenuhi minimal dua alat bukti yang cukup. "Ada alat bukti petunjuk, keterangan saksi ahli, dan pemeriksaan saksi.”

Ditangkap

Polisi dilaporkan menangkap Rahmat Baequni alias Ustaz Baequni di Bandung, Jawa Barat, Kamis tengah malam, 21 Juni 2019. Kombes Pol Samudi membenarkan kabar penangkapan itu dengan mengatakan, “Betul, sudah dibawa.”

Kabar penangkapan itu mulanya beredar di media sosial Instagram @ustadzrahmatbaequni yang menyebutkan, "#SAVE_URB Kamis, 20 Juni 2019 23.00 WIB URB dijemput paksa secara mendadak oleh polisi dikediamannya tanpa surat pemanggilan dan tanpa diizinkan didampingi kuasa hukum."

Perkara Baequni ditangani Polda Jawa Barat setelah dilimpahkan dari Mabes Polri pada Rabu lalu, sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko.

Meski begitu, waktu itu, Trunoyudo belum bisa menerangkan soal jadwal pemanggilan Baequni ke untuk pemeriksaan, para penyidik lebih dahulu mempelajari berkas perkaranya.

Petugas KPPS meninggal

Dalam video pendek yang diunggah oleh akun Twitter @p3nj3l4j4h, Rahmat Baequni memberikan penjelasan mengenai petugas TPS yang meninggal dunia. Berikut pernyataannya:

"Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan di autopsi tapi dicek di lab foensiknya ternyata semua yang meninggal ini dalam tubuhnya mengandung zat yang sama, zat racun berupa gas. Zat racun berupa gas yang dimasukkan ke dalam rokok yang disebar ke setiap TPS.

Tujuan pemberian racun tersebut agar para petugas KPPS meninggal dalam waktu singkat sekitar 1 hingga 2 hari. Dengan begitu, mereka tidak bisa memberikan kesaksian mengenai apa yang terjadi di TPS. Tujuannya apa, untuk membuat mereka meninggal tidak dalam waktu yang lama setelah 1 hari atau paling tidak 2 hari. Tujuannya apa agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS." ***
Sumber viva
(ina)