Loading...

BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Kapolsek Metro Tanah Abang Sebut Bentrok di Tanah Abang Karena Ketersinggungan

Kapolsek Metro Tanah Abang Sebut Bentrok di Tanah Abang Karena Ketersinggungan

Diduga bentrokan tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman antara dua kelompok. Meski begitu, masalah kesalahpahaman itu telah diselesaikan melalui mediasi dengan dibantu pihak kepolisian, gambar ilustrasi (28/10/19).

Jakarta, (MI)  – Polisi telah menemukan fakta baru perihal aksi bentrok di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

Diduga bentrokan tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman antara dua kelompok. Meski begitu, masalah kesalahpahaman itu telah diselesaikan melalui mediasi dengan dibantu pihak kepolisian.

“(Alasan bentrok) Ketersinggungan saja,” ujar Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono saat dikonfirmasi wartawan, Senin (28/10/2019).

Namun Kapolsek tidak menjelaskan ketersinggungan apa yang memicu bentrokan itu. Kapolsek hanya menjelaskan kalau pemicu bentrokan itu bukan karena rebutan lapak dagang seperti informasi yang sempat beredar. “Nggak ada (bukan karena rebutan lapak dagang),” pungkasAKBP Lukman.

Untuk diketahui, kejadian ini berawal ketika dua orang tak dikenal mendatangi kantor DPC BPPKB Banten. Dari keterangan saksi, dua orang tak dikenal itu tampak membawa senjata tajam berupa samurai dan golok.

Kedatangan keduanya ternyata untuk mencari salah seorang pengurus DPC BPPKB. Namun saksi mengatakan kalau saat itu yang mereka cari tak berada di tempat.

Tak percaya dengan ucapan saksi, lantas kedua orang tak dikenal itu memasuki gedung DPC BPPKB dan melakukan pengecekan. Sementara itu, saksi yang melihat ke luar gedung justru dikagetkan dengan keberadaan sejumlah orang. Pasalnya, ada sekitar 10 orang yang sudah membawa senjata tajam berada di luar gedung. Selanjutnya, aksi bentrokan itu pun pecah.

Akibat bentrokan itu, dua orang mengalami luka bacok. Kemudian, polisi menangkap tiga orang pelaku diduga pemicu keributan. Mereka adalah DF, HM, MF. Ketiganya dikenakan Pasal 170 dan 335 KUHP.