Diduga karena dendam, seorang warga desa Jatisari jadi korban pembacokan - MEDIA INVESTIGASI

Breaking

Home Top Ad

Loading...

Post Top Ad

Monday, 4 November 2019

Diduga karena dendam, seorang warga desa Jatisari jadi korban pembacokan

Korban dibacok oleh tiga orang yang sekarang sedang dalam pengejaran petugas Polsek Kuripan, (4/11/2019).

Kabupaten Probolinggo, (MI) - Diduga karena dendam, Ribut, 25, dibacok, Minggu (3/11). Warga Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, itu dibacok saat sedang nyangkruk di sebuah warung kopi di sekitar Bendungan Jatisari.

Korban dibacok oleh tiga orang yang sekarang sedang dalam pengejaran petugas Polsek Kuripan. Akibat pembacokan ini, korban mengalami luka parah di kaki kiri dan tangan kiri. Selain itu, betis kanan dan lengan atas bagian kanan juga luka.

Informasi, pembacokan itu terjadi pukul 13.30. WIB Saat itu korban berada di sebuah warung kopi di sekitar Bendungan Jatisari. Masuk Dusun Pring, Desa Jatisari.

“Saya mendapat kabar sekitar pukul 15.00. WIB katanya anak saya dibacok di warung sekitar Bendungan. Waktu itu saya baru selesai menyabit rumput untuk ternak,” ujar ayah korban, Supandi.

Supandi bercerita, saat itu korban sedang nyangkruk di warung kopi di sekitar bendungan Jatisari. Lalu, datang tiga pelaku membawa senjata tajam.

Entah apa masalanya, terjadi cekcok antara ketiga pelaku dan korban. Cekcok itu memanas, sehingga berubah menjadi perkelahian. Korban dikeroyok tiga orang, kemudian dibacok. Perkelahian tak seimbang itu membuat korban roboh. Setelah korban roboh, ketiga pelaku lantas kabur.

“Tak tahu masalahnya apa. Terjadi pertengkaran dan anak saya dikeroyok tiga orang. Lalu dibacok kakinya,” tutur Supandi.

Di antara pelaku itu, menurut Supandi, ada yang pernah cekcok dengan anaknya. Peristiwa itu terjadi setahun lalu.

“Setahun yang lalu di antara pelaku yang membacok, pernah bertengkar dengan anak saya di acara hiburan desa. Tapi, saya belum yakin itu penyebabnya,” tuturnya.

Korban sendiri, langsung ditolong warga sekitar. Sekitar pukul 14.15, warga membawa korban ke Puskesmas Bantaran untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, karena luka yang dialami korban terlalu parah, Puskesmas Bantaran merujuk korban ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

Sementara itu, Polsek Kuripan mendapat laporan pembacokan dari warga sekitar pukul 14.30. Saat itu korban sudah dilarikan ke Puskesmas Bantaran.

“Mendapat laporan bacokan, kami langsung mendatangi puskesmas untuk melihat kondisi korban. Sesampainya di Puskesmas Bantaran, korban dirujuk ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo karena lukanya parah,” ujar Brigpol Safik Udin, petugas piket Polsek Bantara yang membawa korban ke RSUD.

Menurut Safik, korban mengalami luka parah di kaki kiri dan tangan kiri. Selain itu, betis kanan dan lengan atas bagian kanan juga luka. Bahkan, kaki kiri korban diduga dicincang dengan celurit. Sehingga, lukanya sangat parah.

Safik menuturkan, pembacokan ini diduga karena sakit hati. Diduga, pelaku balas dendam karena setahun yang lalu pernah bertengkar dengan korban saat ada acara hiburan di Desa Jatisari.

Namun, sampai kemarin belum diketahui berapa pelaku yang punya dendam pada korban. Apakah tiga-tiganya atau salah satu. Juga belum diketahui, apakah ketiga pelaku sama-sama membacok korban atau tidak.

“Untuk jelasnya, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Pelaku sudah kami ketahui identitasnya dan saat ini masih dalam proses pengejaran,” pungkasnya.

No comments: