BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR  
Hujan deras disertai angin kencang  landa wilayah Lamongan

Hujan deras disertai angin kencang landa wilayah Lamongan

Hujan disertai angin kencang ini melanda 2 kecamatan di Lamongan, yaitu Kecamatan Sambeng dan Modo.

Lamongan, (MI) - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda wilayah Lamongan selatan. Fenomena alam itu mengakibatkan 2 rumah roboh, 21 rumah rusak dan 3 kandang ayam roboh.

Hujan disertai angin kencang ini melanda 2 kecamatan di Lamongan, yaitu Kecamatan Sambeng dan Modo.

Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin membenarkan kejadian hujan deras disertai angin kencang tersebut. Muslimin mengatakan, peristiwa hujan lebat disertai angin kencang ini terjadi pada Sabtu malam (9/11/2019).

"Di Kecamatan Sambeng angin kencang melanda di Dusun Nogo Desa Nogojatisari dimana ada sebanyak 21 rumah mengalami kerusakan di bagian atap, genting warga berhamburan akibat terjangan angin. Di Kecamatan Modi menerjang rumah warga di Dusun Jati Desa Jatipayak, Desa Sumberagung, Desa Kedung Pengaron, Jati Payah, Desa Sidomulyo," kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin ketika dikonfirmasi wartawan, dilansir detik.com, Minggu (10/11/2019).

Data yang dihimpun dari BPBD Lamongan, terang Muslimin, kejadian angin kencang ini terjadi di Dusun Terongglonggong Desa Sumberagung mengakibatkan 2 rumah roboh, yaitu rumah milik Hartono dan Abdul Rokim.

Selain itu, juga angin kencang juga menerjang Dusun Sumberwunggu, Desa Kedungpengaron hingga merobohkan 3 kandang ayam milik Mulyadi, Suklan dan Surodo. Angin kencang ini, lanjut Muslimin, juga melanda di Desa Jatipayak yang mengakibatkan rumah milik Abdul Mujib juga roboh.

"Akibat kejadian ini kerugian mencapai hampir Rp 507 juta. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini," terang Muslimin yang berharap agar masyarakat tetap waspada.

Sampai Minggu ini, anggota Koramil Sambeng dan Modo bersama anggota Muspika dibantu masyarakat melaksanakan pemantauan dan pendataan yang mengalami bencana angin kencang di wilayah masing-masing.

Sementara, salah satu warga Modo, Iswandi mengaku, sesaat sebelum kejadian hujan biasa saja. Namun, semakin lama intensitas hujan semakin tinggi dan disertai angin kencang.

"Ketika intensitas hujan semakin deras, angin yang menyertai hujan juga semakin kencang hingga menyebabkan ada rumah yang rusak dan roboh," kata Iswandi.