Bunuh Anak usia 5 tahun, pelaku kerap tonton film horor - MEDIA INVESTIGASI

Breaking

Home Top Ad

Loading...

Post Top Ad

Sunday, 8 March 2020

Bunuh Anak usia 5 tahun, pelaku kerap tonton film horor


Pelaku kerap menonton salah satu film yakni Chucky yang mengisahkan tentang boneka pembunuh dan populer pada tahun 1980-an.

Jakarta (MI) - Beginilah salah satu postingan di akun sosmednya remaja berumur 15 tahun, yang nekat membunuh bocah berusia 5 tahun secara sadis.

NF (15), pembunuh tetangganya yang berinisial APA (5) kerap menonton film bergenre horor dan sadis. Bahkan, salah satu adegan film tersebut menjadi inspirasi NF membunuh APA.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, NF kerap menonton salah satu film yakni Chucky yang mengisahkan tentang boneka pembunuh dan populer pada tahun 1980-an.

"Tersangka ini sering menonton film horor. Salah satunya Chucky. Dia senang menonton film horor itu memang hobinya itu," kata Yusri di Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Sabtu (7/3/2020).

Polisi mendapat pengakuan tersebut saat memeriksa NH secara mendalam dan hati-hati usai menyerahkan diri. Apalagi di usianya yang masih anak-anak. Sikap kooperatif NF juga membuat polisi menemukan fakta-fakta baru.

Kepada polisi, kata Yusri, NF juga mengaku punya hasrat untuk membunuh orang lain. Kebetulan, APA lah yang saat itu sedang berada di rumahnya.

"Memang tersangka ini punya hasrat untuk membunuh orang, tapi saat hari ini dia sudah tidak bisa menahan lagi," kata Yusri.

Awalnya, APA berkunjung ke rumah tersangka. Kemudian, dia dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi.

Tak berhenti sampai di situ, tersangka NF juga mencekik leher korban. Setelah korban lemas, korban pun diikat dan dimasukkan ke dalam lemari.

Sebelumnya, tersangka berniat membuang jenazah korban. Namun, tersangka mengurungkan niatnya tersebut dan tetap menyimpan jenazah korban dalam lemari.

Keesokan harinya, tersangka beraktivitas seperti biasa. Saat perjalanan menuju sekolah, tersangka memilih berganti pakaian dan menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari, Jakarta Barat.

No comments: