BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Kades Labulia menanggapi Berita Hoax yang dibuat oknum Mancades Mustain

Kades Labulia menanggapi Berita Hoax yang dibuat oknum Mancades Mustain


Lombok Tengah (MI) - Berita hoax yang dibuat oleh salah seorang oknum mancades (mantan calon kades) Labulia Mustain membuat Kades Labulia terlantik secara khusus harus menjawab berita hoak tersebut. Berita yang menurut saya hoax ini perlu saya tanggapi secara khusus, "Kata Kades. Ini saya lakukan bukan karena takut siapa-siapa, tapi saya hanya ingin menyadarkan si  mancades tersebut agar revalitas kita, nanti kita lanjutkan pada periode berikut, jangan sampai masyarakat yang harusnya kita layani dengan baik justru diadu domba dengan menyebarkan fitnah. Mari kita sama-sama membangun desa Labulia ini bersama,"Lanjut Kades Labulia Mahjat, S.Pd. ketika ditemui awak media (5/3/2020) di Kantornya.

Kami pemerintah desa terbuka bagi siapapun untuk dikritik. Dan kalau ada yang salah silahkan laporkan kami. tentu dengan bukti-bukti yang jelas tidak berbuat curang, seperti laporan mancades Mustain ke Kejaksaan yang ditembuskan ke inspektorat yang dilakukan dengan sabotase dokumen, yang belum diserahkan ke pemdes oleh Amrullah, lalu digunakan untuk melakukan pengancaman dan pemerasan kepada pemdes dengan minta uang 50 juta dengan mengatakan "DARIPADA PAK KADESNYA JADI ATM KEJAKSAAN DAN KEPOLISIAN LEBIH BAIK KASIH SAYA 50 JUTA KAN AMAN". 

Alhamdulillah hal ini saya sudah laporkan ke kepolisian (6/1/2020), dan saat ini laporan kami sedang dalam proses di polres Lombok Tengah. Mudahan dengan tanggapan saya terhadap berita hoax yang disebarkan melalui salah satu media online tersebut proses penanganan laporan kami tersebut bisa dipercepat dengan segera melakukan pemanggilan terhadap mancades Mustain Cs karena dalam kasus yang kami laporkan tersebut, yang bersangkutan juga telah melakukan penghinaaan terhadap institusi penegak hukum yang harusnya kita semua hormati," lanjut Kades. 

Ditanya mengapa dikatakan hoax, kepala Desa Labulia menjelaskan,"meskipun saya bukan orang media, tapi Alhamdulillah saya juga baca kode etik wartawan. Berita yang benar itu kan harus ada konfirmasi ke obyek berita sebagai ruang hak jawab. Yang dilakukan mancades selalku pembuat berita kan tidak seperti itu.Tapi semua orang kan dah tahu siapa mancades ini, kredibilitasnya macam apa, pendidikannya juga gak saya tahu. Kalau dia bilang sudah konfirmasi lewat handphone, nomor saya dengan sekdes kami aktif 24 jam".Jelas Kades. 

"Terus ada juga dia katakan konfirmasi ke ketua BPD dan Wakilnya, lalu ke forum desa yang dia sendiri sebagai sekretarisnya, ini kan kurang wawasan namanya, kok konfirmasinya ke orang lain, bukan ke saya yang dia jadikan obyek beritanya, apalagi dia tahu penjelasan mendagri tentang pengelolaan DD oleh Kades,"Jawab kades Mahjat, S.Pd.

Ditanya langkah Kades terhadap berita hoax tersebut,"Ya saya welcome saja terhadap semua Instiusi yang berwenang untuk audit kami. Karena kami yakin yang dikatakan Mustain diberita ini sama sekali tidak akan pernah kami lakukan semasih ada iman di dada saya. Kepercayaan masyarakat harus saya junjung tinggi. Kalau kesalahan administarsi saya akui "ya" karena kami masih harus belajar. Tapi untuk tindak penyelewengan "No Way" Jadi bagi saya yang penting saya sudah kerja sesuai aturan, hasil kerja kami nyata"silahkan dilaporkan, saya yakin Allah Maha Tahu.Terus terang kami dengan media bersahabat dan saya harap media dengan wartawannya yang merupakan kaum intelektual untuk selalu kontrol kami dengan membuat berita yang berimbang, bukan seperti berita yang ditulis mancades ini, kalau nggak EGP aja,"pungkasnya. (kam)
 

TERHANGAT