BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Unram Fasilitasi Mahasiswa Quota 30GB untuk Kuliah Online

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Unram Fasilitasi Mahasiswa Quota 30GB untuk Kuliah Online


Mataram - Diberlakukannya sistem perkuliahan daring (online) lingkup Universitas Mataram (Unram), dalam memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bukan tanpa solusi. Pasalnya, demi kelancaran proses perkuliahan pihak Unram juga memberikan fasilitas bebas akses ilmupedia, dengan kapasitas quota 30 Giga Byte (GB).

Rektor Unram melalui Wakil Rektor (WR) I Agusdin, S.E., M.B.A., D.B.A., Selasa (31/3), kepada media menyampaikan bahwa perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya tetap dilaksanakan secara daring (online), termasuk tugas mandiri mahasiswa.

"Untuk mengurangi beban mahasiswa terkait quota internet, Unram sudah bekerjasama dengan IM3 dan Telkomsel guna memberikan quota gratis selama 30 hari ke depan. Fasilitas ini dapat untuk mengakses ke sistem pembelajaran daring Unram," ungkapnya.

Dikatakan, perkuliahan daring yang diterapkan di lingkup Unram dimksudkan agar kegiatan akademik tetap berjalan, sehingga beban studi mahasiswa dapat dicapai sesuai target Satuan Kredit Semester (SKS).

"Jadi, mengingat kondisi wabah Virus Corona ini sudah merupakan darurat nasional, maka mau tidak mau kita harus menerapkan perkuliahan daring. Kami terus berupaya bagaimana memfasilitasi agar ini tidak membebani mahasiswa," tandasnya.

Karena itu, WR I yang membidangi Akademik itu berharap agar fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengakses materi-materi perkuliahan. 

"Mahasiswa bisa mengakses web daring Unram melalui daring.unram.ac.id secara gratis. Nah, nanti yang kepotong adalah quota Ilmupedia-nya, bukan kuota utamanya," jelasnya.

Sementara cara mengaktifkan fasilitas paket gratis yang diberikan tersebut, Kepala Pusat Teknologi dan Informatika (Pustik) Unram Cahyo Mustiko, S.T., M.Sc., Ph.D. menjelaskan, paket #ilmupedia dapat diaktifkan melalui fitur My Telkomsel di gadget.

"Info lengkapnya di tsel.me/ilmupedia," ucapnya.

Untuk lebih jelasnya, lanjut Cahyo, setelah masuk di aplikasi My Telkomsel mahasiswa dapat memilih menu 'Beli Paket' dan pilih 'Paket Internet'.

"Kemudian mahasiswa bisa memilih Bebas Akses Ilmu Pedia, klik Beli, harga Rp 0, alias GRATIS," terangnya.

Terkait fasilitas paket quota gratis 30GB yang diberikan bagi mahasiswa tersebut, WR II Unram Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. mengatakan bahwa itu merupakan kerjasama yang telah dibina oleh Unram, dengan dua provider penyedia layanan internet yakni Indosat dan Telkomsel. Dimana pemberian 30GB bagi setiap mahasiswa itu, diambilkan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Indosat dan Telkomsel.

"Unram bekerjasama dengan Indosat dan Telkomsel dalam menyediakan fasilitas internet di Unram. Indosat memberikan 30GB pada setiap mahasiswa untuk proses perkuliahan daring dari sumber CSR, karena Indosat ada kerjasama dengan Unram," kata Guru Besar termuda di Unram itu.

"Pun, Telkomsel memberikan juga 30GB untuk proses perkuliahan daring," imbuhnya.

Profesor muda kelahiran Desa Ranggagata itu juga menyebutkan, pihaknya saat ini sedang meminta biaya kompensasi penggantian atau pengalihan kepada kedua provider tersebut, terkait quota internet yang tidak terpakai selama mahasiswa tidak ke kampus.

"Baru saja kami mengadakan rapat dengan pihak Indosat di Surabaya menggunakan teleconference via zoom. Indosat berjanji akan memberikan kompensasi dalam bentuk quota tambahan yang besarannya masih dikaji, karena persoalan ini juga terjadi di universitas-universitas lain di Indonesia yang bekerjasama dengan Indosat," jelasnya.

Untuk diketahui, biaya internet yang dikeluarkan Unram dalam mendukung kegiatan akademik adalah sebesar Rp. 189.591.000 per bulan, sehingga dalam satu tahun total dana yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.275.092.000.

Sedangkan Humas Satgas Pandemi Covid-19 Unram dr. Wahyu Sulistya Affarah, MPH., kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya civitas akademika, agar membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Salah satu PHBS yang sangat efektif untuk menangkal penyebaran Covid-19, yakni rajin mencuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan teknik yang benar," ungkapnya.

Adapun enam langkah CTPS sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lanjut dr. Farah, pertama basahi kedua tangan dengan air yang mengalir, kemudian ambil sabun secukupnya. Gosokkan kedua telapak tangan bersama-sama. Kedua, gosok punggung tangan menggunakan telapak tangan sebelahnya.

"Jangan lupa gosok juga bagian sela jari, tangkupkan kembali kedua tangan dan gosok pinggiran jari-jari," sebutnya.

Ketiga, bersihkan jari dan buku-buku jari dengan menyatukan kedua tangan. Keempat, bersihkan ujung-ujung jari dengan menggosokkannya ke telapak tangan sebelahnya.

Kelima, bersihkan sela jempol dan telunjuk dengan cara menggenggam jempol menggunakan tangan sebelahnya. Kemudian lakukan gerakan memutar bolak-balik. Keenam, bersihkan sabun di tangan dengan air mengalir, lalu keringkan dengan sempurna.

"Bila perlu, matikan keran dengan menggunakan tisu sekali pakai agar tangan tidak perlu langsung menyentuhnya, sehingga tangan pun bisa bersih sempurna," ucapnya.

Intinya, pungkas dr. Farah, cucilah tangan secara menyeluruh. Tidak hanya bagian telapak, tapi juga perlu mencuci punggung tangan dan sela-sela jari. Jangan terburu-buru saat cuci tangan, pastikan semua bagian tangan terkena sabun dan air yang mengalir. (kam)
 

TERHANGAT