Kades Pengenjek Edukasi Masyarakatnya untuk Kreatif mengelola Sampah - MEDIA INVESTIGASI

Breaking

Home Top Ad

Loading...

Post Top Ad

Friday, 8 May 2020

Kades Pengenjek Edukasi Masyarakatnya untuk Kreatif mengelola Sampah


Lombok Tengah - Terinspirasi dengan banyaknya tumpukan-tumpukan sampah, dan rasa kepedulian yang sangat tinggi terhadap kelestarian lingkungan di sekitarnya, mendorong Kades Pengenjek Kecamatan Jonggat Lombok tengah untuk membuat sebuah terobosan dalam menanggulagi timbunan sampah masyarakat yang setiap hari makin menumpuk.

Terobosan kreatif dari kades Pengenjek,  Khaerudin adalah program "ecobreak". Ecobreak menurut Kades Pengenjek ini adalah  salah satu program peduli lingkungan yang bertujuan mengumpulkan sampah-sampah plastik untuk kemudian didaur ulang menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi disamping sebagai salah satu upaya kita mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan dan kesehatan masing-masing.

Ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini, (5/5/2020), kepada awak media Kades Pengenjek membenarkan terobosan yang dilakukannya tersebut. Ini sudah kami lakukan sejak Januari 2020 yang lalu dan kami mulai dari semua perangkat desa,  dimana semua perangkat desa sampai pada kader posyandu intinya semua yang mendapatkan insentif maupun gaji dari dana desa kami wajibkan membawa ecobrick yaitu botol plastik yang sudah diisi padat dengan sampah plastik di dalamnya untuk diserahkan ke bendahara desa setiap minggu sebagai syarat menerima gaji atau insentif bagi perangkat desa bersangkutan,"jelas Khaerudin Kades Pengenjek. Dalam satu bulan kami bisa mengumpulkan 1000 ecobreak,"Tambahnya. Selanjutnya sampah yang terkumpul dari program ecobreak ini rencananya kami mau buat gapura yangkami namakangapura ecobreak untuk desa wisata, tentu Pokdarwis harus kami maksimalkan fungsinya. Selain   sebagai gapura, ecobreak yang sudah terkumpul juga akan kami olah sebagai alat bermain untuk anak-anak pada pendidikan TK maupun PAUD yang ada di Desa Pengenjek. Dengan demikian plastik yang tadinya merupakan sampah bisa bernilai ekonomis bagi masyarakat sekaligus bernilai edukasi,"Ungkapnya.

Ditanya tentang harapannya ke depan terkait program ecobreaknya,  kades pengenjek berharap kepada pemda untuk membuatkan regulasi ke pada semua kepala desa di Kabupaten Lombok Tengah, agar semua kepala desa mewajibkan semua perangkatnya membuat ecobrik sebagai syarat pengambilan gaji/insentifnya, sehingga kalau ini bisa terlaksana kami yakin sampah yang ada di kabupaten lombok tengah teratasi, atau paling tidak bisa dikurangi disamping menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat," Harapnya.

Beberapa staf desa yang berhasil ditemui awak media mengatakan dukungannya terhadap program penanganan sampah yang dilakukan kadesnya.

No comments: