Berpamitan Shalat Subuh berjamaah, Astagfirullah tergantung di pohon Rambutan - MEDIA INVESTIGASI

Breaking

Home Top Ad

Loading...

Post Top Ad

Saturday, 20 June 2020

Berpamitan Shalat Subuh berjamaah, Astagfirullah tergantung di pohon Rambutan



Gantung diri, diduga lantaran depresi, selama berbulan-bulan masa pandemi covid-19 tanpa penghasilan, (20/6).

Pemalang- Diduga lantaran depresi, selama berbulan-bulan masa pandemi covid-19 tanpa penghasilan, Darto (43) wqrga Desa Cikadu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri akibat tekanan ekonomi, kamis (18/6/20) kemarin.

Kapolsek watukumpul, AKP Muawan Subagio mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga adanya kejadian bunuh diri dukuh rasban Rt 18 Rw 3 Desa Cikadu di kebun warga, sontak kejadin tersebut menggegerkan warga sekitar.

Untuk kronologi kejadiannya, pada saat itu sekitar pukul 04.00 WIB korban berpamitan kepada Rumini (70) yang sebagai mertua korban untuk melaksanakan jamaah salat subuh. Namun, setelah ditunggu hingga pukul 06.00 WIB belum pulang.

Kemudian, Parnoto yang sebagai kakak korban hendak berangkat ke kebun yang berada didekat rumahnya. Setelah berada di kebun, saksi mata melihat Darto sudah gantung diri. Rencananya, korban akan bekerja untuk menyemprot tanaman di kebunnya. Setelah ditunggu, korban tidak datang dan akhirnya kakak korban berangkat ke kebun.

Nah, sampai di lokasi kakak korban melihat adiknya sudah gantung diri di pohon rambutan. melihat kejadian tersebut kakak korban langsung melaporkan kepada perangkat Desa Cikadu, Polsek Watukumpul, dan Pusekesmas Cikadu Watukumpul.

Dari hasil keterangan sementara bahwa korban sudah meninggal akibat gantung diri, tidak terdapat luka lebam atau memar lainnya, cidera kepala dan tulang tidak ditemukan, Saat di temukan korban menggunakan peci berwarna hitam, jaket coklat, baju batik, dan celana jeans.

Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya lantaran terbelit masalah ekonomi sejak masa pandemi korona kehilangan pekerjaan sebagai karyawan swasta dan banyak tanggungan serta tagihan yang harus dibayarkan.

No comments: