Loading...

BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Pemkot Bekasi akan gelar kembali CFD

Pemkot Bekasi akan gelar kembali CFD


CFD digelar kembali di tengah pandemi Covid-19 ini adalah agar masyarakat bahagia sehingga daya tahan atau imun tubuhnya jadi kuat, (26/6).

Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi berencana untuk menggelar car free day ( CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Bekasi, pada hari Minggu 5 Juli mendatang.

Sudah sekitar tiga bulan kegiatan CFD di Kota Bekasi dihentikan dan masyarakat pun berdiam diri di rumah selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebutkan, alasan CFD digelar kembali di tengah pandemi Covid-19 ini adalah agar masyarakat bahagia sehingga daya tahan atau imun tubuhnya jadi kuat.

“Filosofinya masyarakat harus dibuat bahagia sehingga imun menjadi kuat. Sekarang masyarakat butuh hiburan, apresiasi, tempat dia berolahraga, tempat kegiatan di luar rumah dan murah. Salah satunya itu (CFD),” ucap Tri, Kamis (25/6/2020).

Tri menepis anggapan bahwa CFD diperbolehkan lagi hanya untuk mengejar manfaat ekonomi.

Soalnya, saat CFD itu nanti pedagang kaki lima (PKL) diperbolehkan berjualan walau harus diawasi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Usaha Kecil Menengah (UMKM).

Menurut Tri, masyarakat pada masa pandemi ini membutuhkan sarana untuk berolahraga.

“Jadi kalau misalnya masyarakatnya bahagia, mereka butuh berolahraga mudahan-mudahan. Apalagi kemudian kena sinar matahari. Jadi sederhana, bukan karena kita mau mengejar di situ ekonomi, tetapi sebetulnya di mana masyarakat bisa bahagia, berolahraga,”

Ia menyatakan,CFD tidak akan menumbulkan kasus baru Covid-19. Sampai saat ini tak ada penambahan kasus yang siginifikan setelah Kota Bekasi mulai melonggarkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Namun, ia mengatakan Pemkot Bekasi masih akan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bekasi selama dua pekan ini sebelum CFD itu digelar.

“Kita kan tanggal 5 Juli. Saya kira kita lihat evaluasi tanggal 5 nanti. Di sana kita siapkan alat-alat tes yang ada sampai sejauh mana CFD berimplikasi dengan kluster baru. Kita optimis karena di beberapa tempat yang menjadi pusat kegiatan (pasar) belum menunjukkan ada tambahan kluster baru,” ujar dia.

Sebelumnya,anggota DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang menyatakan, gelar CFD di tengah pandemi Covid-19 bukanlah kebijakan yang tepat.

Pasalnya, kasus Covid-19 di Kota Bekasi masih naik turun dan belum sepenuhnya melandai. Ia khawatir terjadi penularan Covid-19 di area CFD.

"Saya pikir belum waktunya untuk CFD. Kita juga harus melihat situasi dan perkembangan pendemi ini," ujar Nico, Kamis.

Hingga hari ini tercatat 376 kasus Covid-19 di Kota Bekasi. Dari jumlah itu, 324 pasien sembuh dan 34 orang meninggal dunia. Sebanyak 18 pasien Covid-19 masih dirawat.