Loading...

BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Kembalikan uang 500 juta, selain diangkat karyawan tetap Menteri BUMN berikan hadiah

Kembalikan uang 500 juta, selain diangkat karyawan tetap Menteri BUMN berikan hadiah


Sebelumnya, mereka hanya pegawai outsourcing yang bertugas di anak usaha PT KAI yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Rabu, (15/7).

Jakarta- Mujenih dan Egi Sandi, petugas KRL Commuterline yang menemukan uang Rp500 juta milik penumpang diganjar hadiah berlipat. Penghargaan maupun hadiah diberikan dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) termasuk dari Menteri BUMN, Erick Thohir di kantor Kementerian BUMN hari ini, Senin 13 Juli 2020. 

Sebelumnya, mereka hanya pegawai outsourcing yang bertugas di anak usaha PT KAI yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Mujenih adalah petugas kebersihan On Train Cleaning (OTC), sedangkan Egi Sandi adalah petugas pengawalan KRL.

Per hari ini, PT KAI resmi menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan mereka menjadi karyawan tetap PT KCI serta direksi juga menyerahkan langsung bantuan secara simbolis.

Tak hanya itu, secara beruntun, mereka juga mendapat hadiah dan apresiasi khusus dari sejumlah perusahaan BUMN. "Bantuan kedua, ponsel dan paket data selama satu tahun dari Telkomsel," ujar pemandu acara mempersilakan direksi Telkomsel menyerahkan bantuan. 

Selain itu, Mujenih dan Egi mendapat bantuan polis asuransi dari BNI Life sebesar Rp100 juta, bantuan investasi modal kerja dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk serta asuransi dari PT Bank Mandiri Tbk. 

Tak hanya itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, memberikan hadiah secara pribadi kepada Egi dan Mujenih. Penyerahan itu juga dihadiri oleh keluarga mereka. 

"Saya secara pribadi juga bantu secara langsung dan saya berharap ini jadi tabungan, karena dengan kondisi COVID-19 ini cukup lama dan saya yakin ini ada manfaatnya buat mas Mujenih dan mas Egi," kata Erick dalam sambutannya.

Erick menyebut bahwa sikap teladan Mujenih dan Egi ini patut jadi contoh ketika isu moral di Indonesia dipertanyakan. "Banyak juga yang punya kedisiplinan dan akhlak yang baik, itu ke depan harus kita jaga," ujar Erick. 

Di hadapan para direksi BUMN, Erick meminta kejujuran dan akhlak seperti kedua petugas KRL itu dapat menjadi contoh terutama bagi pimpinan dalam menjalankan tanggung jawabnya.

"Prinsip BUMN bahwa akhlak adalah landasan utama. Apa yang dilakukan mas Mujenih ini saya harapkan bisa jadi inspirasi buat kita semua terutama pimpinan," tutur Erick.