Warga pesisir diminta jangan tergiur penawaran Bandar Narkoba - MEDIA INVESTIGASI

Breaking

Home Top Ad

Loading...

Post Top Ad

Friday, 3 July 2020

Warga pesisir diminta jangan tergiur penawaran Bandar Narkoba


Kabareskrim Imbau Para Nelayan Jangan Tergiur untuk Menyelundupkan Narkoba. 
Jakarta - Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengimbau para nelayan dan warga di pesisir tidak terpengaruh tawaran para pengedar narkotika jaringan internasional dalam menyelundupkan barang haram tersebut ke Indonesia lewat jalur laut.

Pasalnya, kasus terakhir 820 kg shabu yang diseludupkan jaringan narkoba Iran - Jakarta menggunakan kapal nelayan Indonesia yang disewa untuk menyelundupkan shabu ke Indonesia.

"Kami mengimbau warga masyarakat khusus diwilayah pesisir pantai atau nelayan, untuk tidak mudah tergiur ataupun mendapatkan order kegiatan yang tidak diketahui jelas. Biasanya ditawarkan harga menarik tapi tidak mengangkut orang, dan ternyata untuk menyelundupkan narkoba," kata Komjen Pol Listyo, Kamis (2/7/2020).

Dikatakan, penyelundupan narkoba jaringan internasional dari China dan Iran, kerap melakukannya lewat jalur laut, dengan memanfaatkan jalur tikus. Mereka mengalihkan modusnya yang sebelumnya jalur udara atau melalui kiriman kargo sudah dideteksi pihaknya.

"Mereka kini mendistribusikannya dengan cara ship to ship, atau perputaran dari kapal ke kapal di laut internasional, yang dekat dengan laut Indonesia," ujar Komjen Pol Listyo saat memusnahkan narkotika bersama Kapolri Jenderal Idham Azis di Mapolda Metro Jaya.

Kemudian jaringan ini masuk ke Indonesia lewat jalur tikus atau jalur sepi di laut Indonesia. Komjen Pol Listyo menjelaskan identifikasi untuk shabu, ada dua kelompok besar yang menyelundupkan shabu ke Indonesia lewat jalur laut.

"Yakni jaringan shabu internasional asal China dan asal dari Iran atau Timur tengah. Kemudian jaringan dari Timur Tengah atau Iran ini masuk lewat jalur laut ke Aceh, lalu masuk ke perairan di selatan Indonesia," pungkas Komjen Pol Listyo.

Pengungkapan jaringan kelompok ini, sambung Komjen Pol Listyo dari penangkapan total 1,2 ton shabu di Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat, pada Mei dan Juni 2020 lalu. "Jaringan sebelumnya modusnya juga ship to ship dari China memasukkan shabu lewat Myanmar kemudian Indonesia lewat Selat Malaka," ucap Komjen Pol Listyo.

Karena itu, jelas Komjen Pol Listyo pihaknya akan terus memantau dan mengawasi penyelundupan shabu lewat jalur laut, agar tidak ada lagi, jalur tikus atau jalur sepi di laur Indonesia yang dimanfaatkan jaringan narkoba.

Dari pengungkapan 1,2 ton shabu di Serang, Banten dan Sukabumi, Jawa Barat, diamankan 16 tersangka dimana 4 diantaranya WN asal Yaman dan Palestina.

No comments: