BREAKING NEWS

  DESKRIPSI GAMBAR
Sudah pengangguran, Aniaya Ibu kandung hingga lebam

Sudah pengangguran, Aniaya Ibu kandung hingga lebam


Gunkan Besi berkaki tiga dan sapu lidi di dekatnya. Dengan segera diempaskan ke tubuh sang ibu, (13/9).

Bontang- Durhaka, Seorang pemuda di Bontang tega menganiaya ibu kandungnya. Hanya karena perkara diminta membeli gas elpiji di warung. Padahal si pemuda 29 tahun ini juga adalah pengangguran.

Penganiayaan itu terjadi Rabu pagi, 9 September 2020. Korban, SL, 49 tahun, ketika itu meminta anaknya yang berinisial WH, pergi membeli gas elpiji di warung untuk memasak. Namun permintaan itu dibalas dengan emosi. Dengan nada tinggi WH menolak permintaan sang ibu.

Kemarahan tak hanya diluapkan dengan perkataan. WH pun meraih besi berkaki tiga dan sapu lidi di dekatnya. Dengan segera diempaskan ke tubuh sang ibu. Hinggu membuat tubuh perempuan yang melahirkannya luka lebam.

Kejadian ini ternyata bukan yang pertama. Si anak rupanya sudah berulang kali mengamuk dan menganiaya ibunya. SL pun tak tahan dan melapor ke polisi beberapa jam selepas kejadian tersebut.

Sehari kemudian, tepatnya pada Kamis malam, 10 September 2020, Tim Rajwali Polres Bontang mengamankan WH di rumahnya.

Disebutkan Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo, melalui Kasat Reskrim Makhfud Hidayat, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut terjadi di sebuah rumah di Jl Pelabuhan III, Tanjung Laut, Bontang Selatan. Pelaku telah ditahan dengan sangkaan melakukan KDRT dengan korban sekaligus pelapor ibu sendiri.
 

TERHANGAT