Hoax: Video tentang penyuntikan vaksin COVID-19 - MEDIA INVESTIGASI

Breaking

Home Top Ad

Loading...

Post Top Ad

Monday, 21 December 2020

Hoax: Video tentang penyuntikan vaksin COVID-19

Doc. srcennsout


Video itu berisi tentang pengakuan seorang perawat yang menjadi penerima pertama vaksin COVID-19 di Catholic Health Initiatives (CHI), Amerika Serikat.


Jakarta - Sebuah video tentang penyuntikan vaksin COVID-19 di AS beredar sebagai pesan berantai di aplikasi WhatsApp, termasuk di media sosial?

Namun dalam video berdurasi 58 detik itu, perawat perempuan itu mendadak pingsan setelah menerima suntikan vaksin. Sejumlah tenaga medis pun lantas menolong perawat itu dilansir Antara.

Di media sosial, video tersebut juga tersebar dan dibubuhi narasi tentang genosida jika vaksin terus-menerus dilakukan.

Salah satu pengunggah memberikan narasi sebagai berikut:

"Watch this nurse pass out after receiving the COVID vaccine. It’s so safe though, right? Why do people continue to follow these rabid dictators?
(Lihat perawat ini pingsan setelah menerima vaksin COVID. Ini sangat aman, bukan? Mengapa rang-orang terus mengikuti diktator gila ini).

Namun, benarkah perawat pingsan di AS itu setelah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19. Apa benar vaksin COVID-19 itu mengantarkan pada genosida?

Penjelasan:

Mengutip Reuters.com dalam konten Fact check: Nurse fainting after COVID-19 vaccine not evidence of potential mass genocide, perawat yang disuntik vaksin COVID-19 itu memiliki kondisi khusus yaitu dia akan pingsan saat merasa sakit. 

Tiffany Dover yang merupakan tenaga medis di rumah sakit CHI Memorial itu dalam kondisi baik-baik saja setelah mendapatkan vaksin COVID-19. Setelah sadar dari pingsan, dalam wawancaranya, dia mengatakan:

"Tiba-tiba saja saya tersadar, saya bisa merasakannya. Saya merasa sedikit bingung tetapi saya baik-baik saja sekarang, dan rasa sakit di lengan saya hilang," katanya saat diwawancarai televisi lokal WTVC-TV NewsChannel 9.

Juru bicara CHI Memorial juga mengkonfirmasi Tiffany Dover segera sembuh setelah insiden tersebut. 

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat untuk Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat dalam situsnya meyebutkan sejumlah orang mungkin bisa pingsan setelah mendapatkan vaksin, tapi kondisi itu tidak biasa.

Sejumlah ilmuwan berpendapat pingsan setelah mendapatkan vaksinasi bukan disebabkan karena vaksin itu sendiri. 

No comments: