Arab Saudi Tutup Pintu untuk Warga 20 Negara, Biro Umrah: Jadwal Gagal Total -->

Advertisement

Arab Saudi Tutup Pintu untuk Warga 20 Negara, Biro Umrah: Jadwal Gagal Total

: Tim Media Investigasi
Wednesday, 3 February 2021



Umat muslim melakukan tawaf setelah kerajaan Arab Saudi mengizinkan warga ikut salat berjemaah untuk pertama kalinya di Masjidil Haram dalam tujuh bulan di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Ahad, 18 Oktober 2020. 


Jakarta - Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) Syam Resfiadi mengatakan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menutup pintu terhadap warga dari 20 negara, termasuk Indonesia, menyebabkan rencana perjalanan umrah gagal total.

"Ini menyebabkan jadwal yang kita siapkan dua tiga minggu ke belakang untuk keberangkatan di pekan ketiga hingga keempat Februari ini gagal total dan harus tertunda lagi," ujar Syam dalam siaran video, Rabu, 3 Februari 2021.

Kondisi tersebut, menurut Syam, menyebabkan kerugian kepada seluruh pihak terkait pelaksanaan umrah, terutama para jemaah yang sudah bersiap namun gagal berangkat. Hal tersebut juga berdampak kepada seluruh pemangku kepentingan, seperti biro travel, maskapai, hotel, hingga transportasi. "semoga semua pihak berlapang dada dan menerima bahwa ini bukan kemauan kita," tuturnya.

Ia pun berharap bahwa semua biaya yang sudah dikeluarkan bisa dipertahankan dan tidak hangus dengan adanya kebijakan ini. Selanjutnya, ia berpendapat agar kegiatan umrah bisa ditunda terlebih dahulu sampai kondisi berjalan seperti sedia kala.

Sehingga biaya yang yang sudah dikeluarkan bisa dipertahankan, tidak bisa dibatalkan. Kalau berkepanjangan dan jemaah ingin dikembalikan, pihak terkait bisa kembalikan dana ke jamaah, termasuk visa yang dilakukan pemerintah Arab," ujar Syam.


Arab Saudi Berlakukan Larangan Masuk Warga dari 20 Negara termasuk Indonesia. (*)