Nasib Pencipta lagu, dibalik kesuksesan Penyanyinya,. -->

Advertisement

Breaking news

News
Loading...

Nasib Pencipta lagu, dibalik kesuksesan Penyanyinya,.

: Tim Media-INVESTIGASI.COM
Tuesday, 2 February 2021



Dibalik kesuksesan para artis itu dengan lagunya tersebut, ada seseorang yang mungkin sudah terlupakan.


Sukabumi - Pencinta musik dangdut pasti sudah tidak asing dengan sejumlah penyanyinya, seperti Ine Sinthya, Mega Mustika, Imam S Arifin, Joni Iskandar, hingga Inul Daratista.

Inul Daratista, misalnya terkenal dengan lagu berjudul Terima Kasih, Ine Sinthya dengan lagu Surga jadi Neraka, Jhony Iskandar lagu Memori Pantai Carita, hingga Imam S Arifin lagu Benalu Cinta. 

Namun di balik kesuksesan para artis itu dengan lagunya tersebut, ada seseorang yang mungkin sudah terlupakan.

Dia adalah Syamsudin atau sering disebut Syam Permana. Seorang  pencipta lagu yang berada di balik panggung dan mengantarkan sejumlah artis dangdut ternama di Indonesia menjadi terkenal.

Kini Syam Permana berusia 58 tahun dan tinggal di Kampung Babakan Jawa RT 42/18 Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.

Ia tinggal bersama istri dan dua orang anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP.

Di balik riuhnya kesuksesan para penyanyi dangdut yang hidup serba berkecukupan, sang pencipta lagu yakni Syam Permana hidup dengan segala keterbatasan.

Di masa pandemi saat ini, kedua anaknya yang masih sekolah itu untuk mengikuti pembelajaran secara daring dan luring tidak memiliki handphone.

Bahkan ia sempat ditolak pihak sekolah ketika akan membawa soal pelajaran untuk anaknya karena masih memiliki tunggakan ke sekolah.

Syam Permana tinggal di rumah warisan mertuanya yang berukuran sekitar 80 meter persegi.

Kondisi atap rumahnya sudah berlubang disana-sini. Dapurnya berlantaikan tanah dan toiletnya berada di luar rumah.

Untuk mencukupi biaya hidup keluarga dan membiayai kedua anaknya yang masih sekolah, Syam Permana bekerja serabutan sebagai kuli bangunan, buruh tani, hingga memungut kayu bakar untuk dijual ke pabrik tahu.

Bahkan sekarang di tengah pandemi ini dengan tubuh kurus dan rambut yang terlihat acak-acakan, ia beketrja sebagai pemulung.

Mencarin dan mengumpulkan barang bekas untuk dijual ke pengepul.

"Aktivitas sehari-hari bantu istri. Kalau ada tetangga yang menyuruh, jadi kuli bangunan atau jadi buruh tani di sawah orang lain. Sekarang lagi gak ada pekerjaan, ya ngumpulin barang bekas untuk dijual," kata Syam Permana.

Meskipun puluhan lagunya sudah dinyanyikan sejumlah artis ternama di Indonesia, dilansir laman Tribunnews, Syam mengaku belum pernah dikunjungi atau dihubungi para penyanyi dangdut yang menyanyikan lagu ciptaannya.

"Hingga saat ini belum pernah ada artis yang datang ke sini atau hanya sekadar memberikan kabar juga tidak ada. Mungkin mereka sibuk," ujarnya,sambil tersenyum malu.

Di usianya yang sudah sepuh, Syam hingga saat ini masih menulis beberapa lirik lagu, di kertas sisa-sisa buku coretan anaknya yang masih belajar.

Syam Permana tidak berharap lebih atas lagu yang ia ciptakan untuk para artis, ia hanya ingin adanya sebuah pengakuan atas karyanya tersebut. (*)