Hari Kesiapsiagaan Bencana, berlatih kebencanaan -->

Advertisement

Hari Kesiapsiagaan Bencana, berlatih kebencanaan

: Tim Media Investigasi
Saturday, 24 April 2021



Peran kepala keluarga atau pun orang dewasa dalam sebuah keluarga sangat diharapkan dalam membimbing latihan kebencanaan. Berbagai latihan dapat dilakukan.


Jakarta – BNPB mengajak semua pihak, khususnya keluarga, untuk melakukan latihan kebencanaan di Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) pada Senin nanti, tepatnya 26 April. Ini merupakan kesempatan kepada setiap anggota keluarga untuk berdiskusi dan berlatih kebencanaan.


Peran kepala keluarga atau pun orang dewasa dalam sebuah keluarga sangat diharapkan dalam membimbing latihan kebencanaan. Berbagai latihan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana. Setiap keluarga dapat memfokuskan pada satu atau dua jenis bahaya, misalnya gempa bumi di tengah pandemi Covid-19. Lalu apa yang dapat dilakukan kemudian?


Setiap kepala keluarga dapat membuat daftar cek untuk lembar rencana kesiapsiagaan keluarga. Lembar atau poster tersebut dapat memuat beberapa informasi sebagai panduan seluruh anggota keluarga, misalnya hasil identifikasi potensi bahaya yang ada di sekitar tempat tinggal, peta sederhana akses evakuasi dari dalam rumah dengan menggambar secara sederhana tata letak dan anak panah jalur evakuasi, informasi titik kumpul yang disepakati, nomor kontak darurat, tempat evakuasi komunitas, atau isi tas siaga bencana. 


Dalam mengisi hasil identifikasi ancaman bahaya, setiap keluarga dapat memanfaatkan aplikasi InaRISK. Aplikasi ini sudah tersedia untuk platform android maupun IOS. Setelah mengetahui dan menuliskan bahaya, keluarga dapat mencari berbagai referensi cara menghindar dari bahaya tersebut. Pada aplikasi InaRISK juga tersedia langkah masyarakat dalam merespons bahaya. Di samping itu, keluarga juga dapat mengakses pedoman kesiapsiagaan keluarga atau buku saku dari BNPB.    


Keluarga juga dapat mendiskusikan antar anggota keluarga mengenai bagaimana harus merespons apabila terjadi bencana. Misalnya saat gempa, mereka dapat membicarakan mengenai akses cepat untuk evakuasi. Pada situasi ini, keluarga dapat menyusun perabot tanpa harus menutup akses keluar rumah. Kemudian, anggota keluarga diinformasikan untuk tidak melepas kunci dari daun pintu apabila pintu telah terkunci penghuni dari dalam rumah. 


Setiap keluarga memiliki potensi risiko yang berbeda meskipun dalam satu kawasan memiliki potensi bahaya yang sama. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat risiko dari setiap keluarga, misalnya pada bahaya gempa, antara lain titik lokasi dan kondisi topografi lingkungan sekitar, struktur bangunan, maupun kapasitas anggota keluarga, termasuk anggota keluarga dengan disabilitas. 


Pada masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, setiap keluarga juga perlu mencermati kemungkinan multi bahaya. Pada saat darurat, upaya penerapan protokol Kesehatan dapat terabaikan. Padahal Langkah 3M sangat penting dilakukan pada saat bersamaan keluarga melakukan evakuasi. Beberapa alat pelindung diri seperti masker medis atau masker kain dan hand-sanitizer dapat dimasukkan dalam daftar isi tas siaga bencana.  


Pada HKB 2021 ini, BNPB mengajak BPBD dan berbagai pihak di seluruh Indonesia untuk melakukan latihan. Berbagai kegiatan dapat dilakukan di tingkat institusi seperti uji sirine atau tanda peringatan dini, uji tempat evakuasi dan uji lapang evakuasi mandiri.


Melalui HKB, BNPB berharap ini menjadi momentum untuk mendorong gerakan kesiapsiagaan dalam mengenali ancaman atau bahaya, mengenali solusi dengan penyiapan strategi untuk mengurangi atau menghindari risiko, serta siap untuk selamat. Gerakan kesiapsiagaan ini diwujudkan dengan latihan kebencanaan di seluruh wilayah Indonesia.  (*)


Buku saku ‘Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana’ pada tautan berikut ini