15 Tahun Warga Dusun Rurut Rindu Jalan di Rabat Desa -->

Advertisement

15 Tahun Warga Dusun Rurut Rindu Jalan di Rabat Desa

: Tim Media Investigasi
Monday, 17 May 2021


Lombok Tengah – Tujuh belas tahun lamanya warga kampung Rurut Dusun kumbak desa Ranggegate, Kecamatan Praya barat daya, Kabupaten Lombok Tengah merindukan lintasan jalan yang baik ke kampungnya. Kerinduan ini telah disampaikan kepada kepala dusun agar di anggarkan oleh kepala desa, tapi sampai sekarang ini belum terealisasi, Minggu, 16 April 2021.

 


Warga mengaku jalan menuju kampung mereka endak pernah di perbaiki dari baru mereka lahir  hingga kini belum ada perbaikan  oleh pemerintah. Mereka berharap dari tahun ke tahun  perbaikan jalan ke kampung Rurut.


Persoalan jalan ini  disampaikan Mik Damar ke wartawan Media investigasi, minggu (16/4/2021).  Saat ditemui di temui dirumah salah satu warga , mereka mengatakan, usulan perbaikan jalan dari tingkat dusun ke desa, dan selanjutnya ke kecamatan hingga kabupaten telah disampaikan setiap tahun. Namun usulan tersebut belum ada perhatian.


“Kami minta jalan ke kampung Rurut sekedar dirabat sajak, agar dikala hujan tidak licin dan bisa dilalui oleh sepeda motor, jangankan sepeda motor kita jalan kaki ajak kalau endk berhati hati bisa terpeleset sehingga jatuh. 


Masyarakat kampung Rurut mengatakan, kerinduan akan lintasan jalan yang mulus ke kampungnya akan membuat masyarakat bisa berakses ke kota dan ke pasar dengan lancar. Saat ini setiap hari warga yang mau ke kota dan ke pasar untuk membawa hasil bumi masih menggunakan motor ojek dengan biaya Rp 10 ribu sekali jalan.


“Setiap hari kalau ada warga yang mau ke kota dan pasar harus siapkan uang Rp 20 ribu untuk sekali jalan pergi-pulang (PP). Uang itu belum harga muatan seperti hasil bumi. Sampai sekarang tidak ada angkutan yang masuk ke kampung Rurut di karenakan jalannya rusak dan hanya dilintasi sepeda motor ojek,” kata Mik Damar.


Dia menambahkan, kerusakan jalan itu membuat warga di Kampung Rurut makin terbelakang dan terpencil. Warga minta pemerintah melakukan perbaikan jalan ke kampung Rurut sehingga tidak  terisolir. “Kami mau katakan kalau jalan ke kampung Rurut ruas paling parah karena belum ada perbaikan. Hanya 2 km perbatasan desa Serage.


Kampung Rurut berada di atas ketinggian perbatasan dengan kabupaten Lombok barat, kerusakan jalan kampung Rurut mulai kita rasakan begitu memasuki perbatasan desa Serage.


Memasuki Kampung rurut jalannya semakin parah dan harus menari di atas lubang. Hal yang paling mengerikan, yakni jalan sudah rusak pengguna jalan harus waspada karena di kiri  kanan ada tebing. Selain itu, tanjakannya juga tajam membuat ciut nyali pengendara. Tutur mik Damar sama wartawan media investigasi.

(H.Nps.*)