Terkait pemudik motor serbu barikade penyekatan Kedungwaringin, masyarakat belum sadar -->

Breaking news

News
Loading...

Terkait pemudik motor serbu barikade penyekatan Kedungwaringin, masyarakat belum sadar

: Tim Media-INVESTIGASI.COM
Tuesday, 11 May 2021

Doc. Tangkapan layar


Larangan mudik ini dikeluarkan pemerintah agar tidak terjadi penyebaran Covid 19 di daerah.


Jakarta - Ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, pada Minggu (9/5/2021) malam.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan hal ini karena masyarakat belum sadar arti penting larangan mudik yang ditetapkan pemerintah.


"Saya tekankan lagi bahwa masyarakat-masyarakat yang tadi malam itu melakukan (penerobosan penyekat), itu masyarakat yang memang belum menyadari arti penting daripada kebijakan pemerintah," kata Yusri dalam sebuah rekaman yang diterima Kompas.com, Senin (10/5/2021).


Yusri berujar, larangan mudik ini dikeluarkan pemerintah agar tidak terjadi penyebaran Covid 19 di daerah.


"Kasihan, kita punya keluarga, ini yang harus dipahami dan disadari," jelas Yusri.


"Kenapa keluar kebijakan tentang larangan mudik? Ini upaya pemerintah untuk menghindari terjadinya penularan," tegasnya.


Diketahui, ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, pada Minggu (9/5/2021) pukul 22.40 WIB.


Laporan Warta Kota, jumlah sepeda motor yang membeludak membuat kemacetan parah.


Bahkan, sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arus untuk melewati pos penyekatan yang dijaga petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.


Situasi semakin semrawut dan macet tidak bergerak sepanjang 5 kilometer.


Petugas gabungan yang berjaga tampak kewalahan dengan berjubelnya para pemudik yang memadati dua jalur.


Para pemudik diminta untuk putar balik, tetapi mereka menolak. Akibatnya, terjadi macet total sepanjang 5 kilometer.


Situasi semakin panas disebabkan para pemudik terus memaksa untuk melintasi pos penyekatan itu.


Khawatir situasi semakin parah dan terjadi hal yang tak diinginkan, polisi membuka barikade penyekatan tersebut.


Para pemudik tampak semringah dapat melewati titik penyekatan tersebut. Pembukaan penyekatan dilakukan tak berlangsung lama, sampai situasi arus kendaraan dinilai aman.


Pada Senin (10/5/2021) sekitar pukul 01.50 WIB, dilansir Kompascom situasi titik penyekatan kembali kondusif.


Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan mengeklaim, petugas telah berusaha keras untuk menghalau para pemudik di titik penyekatan Kedungwaringin.


"Guna mengurai kemacetan, kami membuka pos penyekatan,” katanya, dikutip dari Warta Kota, Senin.


Hendra menjelaskan, sebelum membuka penyekatan, pihaknya sudah berkordinasi dengan posko penyekatan di beberapa wilayah berikutnya, seperti Karawang, Purwakarta, dan Subang.


"Kita sudah koordinasi dengan wilayah lain terkait para pemudik ini," ucapnya.


Hendra berharap hal ini tak terjadi lagi. Ia berujar, pihaknya akan menambah jumlah personel untuk memperkuat posko penyekatan di Kedungwaringin yang menjadi perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang.


"Kami akan menambah personel, diharapkan kejadian serupa tidak terjadi," sebut Hendra. (*)