Anggota DPRD merasa terpanggil bantu Ibu muda yang lumpuh di Cilegon -->

Advertisement

Breaking news

News
Loading...

Anggota DPRD merasa terpanggil bantu Ibu muda yang lumpuh di Cilegon

: Tim Media-INVESTIGASI.COM
Monday, 13 September 2021

Dokumen (ist)

Dian terlebih dahulu mengalami pincang saat berjalan kaki.

Cilegon - Seorang ibu muda, Dian Marisa (38), sudah 6 bulan menderita kelumpuhan. Warga Cilegon, Banten, ini hanya bisa terbaring menjalani kesehariannya di rumah mertuanya.


Dian awalnya terjatuh saat mengandung anak bungsunya yang saat ini berusia 1 tahun. Dia terjatuh saat usia kandungannya baru 2 bulan.


Usai mengalami kecelakaan itu, pinggulnya merasa sakit saat berjalan kaki. Rasa sakit itu dibiarkan tanpa pengobatan di rumah sakit.


"Sakitnya kira-kira sudah 6 bulan, kalau tidur begini (hanya bisa mengangkat pinggul)," kata suami Dian, Lutfi, kepada wartawan, Senin (13/9/2021).


Sebelum menderita lumpuh dan hanya bisa terbaring, Dian terlebih dahulu mengalami pincang saat berjalan kaki. Lutfi mengatakan sang istri belum pernah diperiksa ke dokter hanya bisa membawa istrinya ke pengobatan alternatif.


"Ke dokter belum, cuma pake alternatif saja, katanya ya saraf kejepit lah," ujarnya.


Persoalan biaya menjadi kendala Lutfi untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Lutfi yang bekerja serabutan hanya bisa membiayai kehidupan sehari-hari untuk biaya makan istri dan ketiga anaknya.


"Ya karena terkendala biaya, ada anak balita masih kecil harus ASI, jadi belum siap," ujarnya.


Dinas Terkait Diminta Bertindak

Sementara itu, anggota DPRD Kota Cilegon Fraksi Partai Demokrat, Rahmatullah mengatakan, pihaknya sudah menghubungi beberapa dinas terkait untuk membantu pengobatan dan biaya hidup keluarga Dian.


"Laporan warga ada yang sakit berkepanjangan, 6 bulan, saya sebagai anggota DPRD merasa terpanggil, saya coba dengan Dinkes dan RSUD Cilegon dan Dinsos untuk coba dibantu dirawat atau BPJS-nya diaktifkan," kata Rahmatullah.


Selain itu, rumah yang ditempati Dian dan suaminya di Pegantungan Baru, Kecamatan Jombang Wetan itu dinilai masuk dalam kategori rumah tidak layak huni (rutilahu). Untuk itu, dia mengusahakan agar rumah tersebut mendapat bantuan renovasi.


"Soal rutilahunya ini mudah-mudahan dapat dibantu pemerintah, yang penting pemerintah gerak cepat," tuturnya. (RS/ana)