Dua bulan habiskan Rp.2,5 miliar Walikota Makassar hentikan Isoman di kapal PT Pelni -->

Breaking news

News
Loading...

Dua bulan habiskan Rp.2,5 miliar Walikota Makassar hentikan Isoman di kapal PT Pelni

: Tim Media-INVESTIGASI.COM
Monday, 20 September 2021

Dok. istimewa


Dengan anggaran Rp 2,5 miliar itu, sebanyak 275 warga Makassar telah mengikuti program isoman di KM Umsini.


Makassar - Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto resmi menghentikan operasi kapal milik PT Pelni, KM Umsini yang digunakan untuk isolasi mandiri (isoman) pasien COVID-19. KM Umsini telah menelan anggaran Pemkot Makassar sebesar Rp 2,5 miliar selama 2 bulan beroperasi untuk isolasi apung.


Dengan anggaran Rp 2,5 miliar itu, sebanyak 275 warga Makassar telah mengikuti program isoman di KM Umsini.


"275 (pasien) terakhir, total," kata Danny usai menghentikan operasi KM Umsini di Makassar, Senin (20/9/2021).


Danny mengatakan, seluruh pasien yang menjalani isolasi terapung di KM Umsini dinyatakan sembuh.


"Alhamdulillah semua yang keluar isolasi ini 100 persen sembuh," katanya.


Anggaran Rp 2,5 miliar untuk isoman KM Umsini itu digunakan untuk sewa kapal ke PT Pelni, biaya makan dan minum, obat-obatan, hingga biaya operasional bahan bakar kapal.


"Awalnya kita ada kontrak ya Rp 1,5 miliar untuk kapal, jadi setelah itu ditanggung Pemerintah Pusat," sebut Danny.


Menurut Danny, biaya Rp 1,5 miliar itu merupakan biaya sewa kapal bulan pertama. Kemudian pada bulan kedua, pihak Pemkot Makassar tak lagi membayar sewa kapal.


"Setelah bulan kedua tidak ada lagi (biaya sewa kapal)," katanya.


Sementara itu untuk biaya makan minum dan obat-obatan, Pemkot Makassar menyebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 1 miliar selama dua bulan beroperasi.


"Kurang lebih 1 M selama 2 bulan," ungkap Jubir Makassar Recover Indira Mulyasari saat dimintai konfirmasi terpisah.


Isolasi Pasien COVID Dikembalikan ke Provinsi

Danny mengungkapkan, Pemkot Makassar menghentikan isolasi terapung di KM Umsini karena penurunan pasien COVID-19 yang cukup signifikan.


"Kita akhiri karena BOR (Bad Occupation Rate) kita sudah sangat rendah. Hari ini BOR-nya satu kota itu 1,8 persen kemudian BOR ICU kita 13 persen," ungkap Danny.


"Itu berarti program isolasi terpadu ini berhasil. Kenapa berhasil karena berhasil menekan BOR. Intinya keberhasilan suatu program isolasi itu adalah BOR. BOR sudah sangat rendah," sambung Danny.


Danny mengatakan, dengan ditutupnya isolasi terapung di KM Umsini, maka fungsi isolasi pasien COVID-19 dikembalikan ke pihak Pemprov Sulsel.


"Penanganan itu sebenarnya kan isoter itu sifatnya sebenarnya provinsial, kami lakukan karena kami merasa di kota Makassar waktu itu sangat mendesak sehingga kami inisiasi membuat itu. Tapi kalau sudah normal kembali saya kira kita serahkan ke Provinsi," ucap Danny. (rs/ana)