Awas menyetir dengan durasi lama di jalan tol, hindari highway hypnosis -->

Breaking news

News
Loading...

Awas menyetir dengan durasi lama di jalan tol, hindari highway hypnosis

Wednesday, 10 November 2021

Highway hypnosis terjadi karena kebosanan berkendara di jalan tol yang suasananya monoton, dok. ilustrasi ist (10/11).


Jakarta - Menyetir dengan durasi yang lama di jalan tol bisa menyebabkan kelelahan. Kelelahan karena mengemudi di jalan tol bisa disebabkan karena kebosanan.


Menurut Instruktur dan founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, inilah yang dinamakan highway hypnosis. 


Highway hypnosis terjadi karena kebosanan berkendara di jalan tol yang suasananya monoton.


"Jalan bebas hambatan sangat memicu seseorang mengalami fatigue (keletihan) yang berangkat dari kebosanan. Karena kecepatannya konstan, itu akan membuat monoton. Terus scenery (pemandangan), pandangan kiri-kanan ini sangat membosankan. Orang gampang terbuai, orang gampang masuk dalam situasi highway hypnosis," kata Jusri.


Dijelaskan Jusri, highway hypnosis adalah situasi orang yang terbuai karena situasi yang monoton. Highway hypnosis masuk golongan fatigue atau keletihan.


"Highway Hypnosis terjadi karena kebosanan. Kebosanan ini biasanya terjadi di situasi monoton. Ini bisa diakibatkan oleh gerakan kendaraan yang konstan, scenery atau view kiri-kanan yang membosankan, lingkungan membosankan, masalah dari dalam kendaraan yang membosankan, ini yang bisa menyebabkan situasi Highway Hypnosis, walaupun dia dalam keadaan bugar, tidur cukup, sehat," jelas Jusri.


Jusri mengatakan, keletihan fisik ditambah situasi highway hypnosis membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.


"Kalau dia lari 80 km/jam saja, dalam 1 detik saja dia sudah menempuh 22 meter, tidak terkonsentrasi. Setengah detik saja dia sudah keluar badan jalan, ke bahu jalan. Kalau di bahu jalan itu ada barrier, dihajar sama dia," sambungnya.


Jusri memberikan tips untuk mencegah gejala highway hypnosis. Utamanya adalah memastikan fisik pengemudi dalam kondisi fit, tidur berkualitas dan kondisi kendaraan juga baik. Setelah itu, saat berkendara di jalan tol, biasakan melakukan 'scanning' atau melihat area sekitar kendaraan.


"Untuk mencegahnya adalah hanya diminta untuk konsentrasi dengan tugas-tugas mengemudi. Dia harus meng-observe (mengamati) sekeliling kendaraan. Melihat ke depan, melihat ke kiri, melihat ke kanan, melihat ke belakang (melalui kaca spion). Lakukan secara terpola 5-8 detik," saran Jusri.


"Apakah itu cukup? Belum. Tolong tambahkan mengerti apa yang dilihat. Karena kadang melihat belum tentu dimengerti. Tujuannya mengerti adalah pertama kita siap, kedua menstimulus otak kita dari situasi yang monoton. Mata kita menangkap objek-objek baru, terus mengerti apa yang kita lihat. Jadi scanning sekeliling kendaraan, empat sisi itu kita scan, terus dimengerti," ucapnya. (rs/ana)