Dua rumah rusak parah akibat diterjang banjir, ketinggian air capai Satu meter -->

Breaking news

News
Loading...

Dua rumah rusak parah akibat diterjang banjir, ketinggian air capai Satu meter

Thursday, 11 November 2021

Tembok rumah bagian belakang warga jebol akibat dihantam air yang datang begitu cepat ke dalam rumah, dok. istimewa (11/11).


Kabupaten Bandung - Pengurus Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung mencatat ada dua rumah warga rusak parah akibat diterjang banjir, Rabu (10/11) sore. Banjir dengan cepat memenuhi isi rumah, ketinggian airnya bahkan sempat mencapai satu meter.


Sekretaris Desa Panyadap Danny Isnaeni menyampaikan bahwa ada dua rumah yang rusak parah. Tembok rumah bagian belakang warga jebol akibat dihantam air yang datang begitu cepat ke dalam rumah.


"Ada 2 rumah rusak berat, 2 rumah rusak ringan, satu masjid. Itu yang berdekatan dengan lokasi jebol tanggul paling parah," ungkap Danny (11/11).


Ia menuturkan, kondisi rumah warga kacau balau. Setiap perabotan rumah dan perhiasan pun tidak sempat diselamatkan. Lemari baju, kasur hingga pakaian warga hilang terbawa oleh air.


"Dari mulai baju tempat tidur dan lemari itu habis semua," ucapnya.


Sementara itu, Ketua Rukun Warga 17 Fani Isyanto menuturkan air dengan cepat masuk ke rumah warga. Karena tidak ada jalan keluar air, air pun tertampung di dalam rumah bahkan sampai setinggi satu meter.


Karena tidak dapat menahan air yang terus masuk, tembok rumah warga pun jebol. "kalau di masjid itu dan rumah yang pertama itu sekitar 1 meteran. kalau ke warga yang lainnya sekitar 75 centimeter," ucap Fani.


Akibatnya, sekitar 80-an warga terdampak. Sebagian warga ada yang mengungsi dan sebagian lagi memilih menetap di rumah.


Fani menuturkan rumahnya kini dijadikan posko penampungan warga. Ada sekitar 15 orang warga yang mengungsi di sana. Ia menuturkan, saat ini warga membutuhkan pakaian, makanan dan tempat tidur.


"Kita belum pada makan, dari malam sibuk beresin rumah. Mau masak, kompor dan gasnya enggak ada kebawa hanyut," ujarnya. (rs/*)