Hujan deras sekitar tiga jam, banjir di Lima kecamatan di Trenggalek -->

Breaking news

News
Loading...

Hujan deras sekitar tiga jam, banjir di Lima kecamatan di Trenggalek

Thursday, 18 November 2021

Ketinggian banjir di perkampungan wilayah Kampak antara 40 hingga 50 sentimeter. Sedangkan banjir di Pasar Ngrayung Kecamatan Gandusari mencapai 1,5 meter, dok. istimewa (18/11).


Trenggalek - Hujan deras yang terjadi sekitar tiga jam mengakibatkan banjir di lima kecamatan di Trenggalek. Sejumlah rumah warga dan pasar tradisional terendam.


Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek Tri Puspitasari mengatakan, desa-desa yang dilanda banjir tersebar di Kecamatan Kampak, Gandusari, Pogalan, Durenan dan Kecamatan Trenggalek.


"Untuk wilayah Kampak yang terdampak banjir itu di Desa Bogoran, Bendoagung dan Senden. Sedangkan untuk Gandusari di Ngrayung, untuk titik lain masih dalam pemantauan," kata Tri, Rabu (17/11/2021).


Ketinggian banjir di perkampungan wilayah Kampak antara 40 hingga 50 sentimeter. Sedangkan banjir di Pasar Ngrayung Kecamatan Gandusari mencapai 1,5 meter.


"Di wilayah Kampak saat ini banjir mulai surut, namun air larinya ke Kecamatan Gandusari. Sehingga saat ini wilayah Gandusari justru mulai naik," jelasnya.


Tri menjelaskan, banjir di Kecamatan Kampak dan Gandusari dipicu oleh tingginya curah hujan, sehingga debit air Sungai Tawing meluap dan masuk ke perkampungan warga. "Tadi hujan mulai sore sampai malam," imbuhnya.


Dalam data di Pusdalops BPBD Trenggalek, banjir juga sempat terjadi di Desa Ngares Kecamatan Trenggalek, Desa Gembleb Kecamatan Pogalan dan Desa Kamulan Kecamatan Durenan. Namun titik banjir di wilayah tersebut saat ini telah surut.


"Yang di Kamulan, banjir sempat menggenangi Pondok Pesantren Darussulaimaniah dan perkampungan, tapi sekarang sudah surut," jelasnya.


Tri menambahkan, selain banjir, tingginya curah hujan juga mengakibatkan tanah longsor di jalur utama antarkecamatan, di Desa Besuki, Kecamatan Munjungan. Material tanah longsor sepanjang enam meter sempat menutup badan jalan.


"Sehingga mengganggu akses dari Kecamatan Kampak ke Munjungan atau sebaliknya. Namun malam ini tadi, masyarakat langsung gotong royong melakukan pembersihan dan saat ini jalan sudah berhasil dibuka," imbuhnya.


Pihaknya memastikan rentetan banjir dan tanah longsor hari ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Tim BPBD Trenggalek dan seluruh komponen kebencanaan terus melakukan pemantauan kondisi bencana alam di Trenggalek.


Wakil Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Trenggalek, Bagas Pramudianto mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan pembangunan dapur umum untuk melayani Pondok Pesantren Darussulaimaniah Kecamatan Durenan. "Karena tadi pondok tersebut juga terdampak banjir, sehingga tidak bisa memasak. Ini kami masih persiapan untuk pendirian dapur umum," kata Bagas. (rs/*)