Kupikir Kau Cerdas, Arteria PDIP diminta baca Undang-undang -->

Breaking news

News
Loading...

Kupikir Kau Cerdas, Arteria PDIP diminta baca Undang-undang

Saturday, 20 November 2021

Nicho meminta Arteria berkenan membaca dulu Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 35, 36, 36 A dan B atau UU No 24 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 1-4. "Biar ga asal jeplak mulutmu bang. Kok ga sekalian aja kau bilang patung Soekarno simbol Negara bang, dok. istimewa (20/11).


Jakarta - Pegiat media sosial Nicho Silalahi heran dengan penilaian anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan, ihwal aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, dan hakim tidak layak terkena operasi tangkap tangan (OTT).


"Kupikir kau cerdas ternyata saat berkuasa malah tambah jadi g**lok sih bang?" tutur Nicho dalam cuitannya dikutip dari akun Twitter @Nicho_Silalahi, Jumat (19/11/2021).


Nicho meminta Arteria berkenan membaca dulu Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 35, 36, 36 A dan B atau UU No 24 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 1-4. "Biar ga asal jeplak mulutmu bang. Kok ga sekalian aja kau bilang patung Soekarno simbol Negara bang," ujarnya.


Diketahui, saat menjadi narasumber diskusi bertajuk 'Hukuman mati bagi koruptor terimplementasikah?' yang digelar secara virtual oleh Unsoed, Arteria mendapat pernyataan dari Bupati Banyumas Achmad Husein yang meminta KPK memanggil kepala daerah lebih dulu sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT).


Merespons pernyataan itu, Arteria mengungkap saat dia masih menjabat di Komisi II DPR, dia meminta agar penerapan OTT bagi kepala daerah, polisi, hakim, dan jaksa harus dicermati. Ia menegaskan bukannya tidak boleh OTT, melainkan menurutnya penegakan hukum agar tidak gaduh dan mengganggu pembangunan.


"Dulu kami di Komisi II meminta betul bahwa upaya penegakan hukum khususnya melalui instrumen OTT kepada para kepala daerah, tidak hanya kepala-kepala daerah, terhadap polisi, hakim, dan jaksa itu harus betul-betul dicermati. Bukannya kita tidak boleh, apa mempersalahkan, meminta pertanggungjawaban mereka, tidak," kata Arteria, Kamis (18/11/2021).

(dw/*)