Bupati Pandeglang Irna Narulita, marah namanya dicatut minta jatah di pecarian BOP PAUD -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

Bupati Pandeglang Irna Narulita, marah namanya dicatut minta jatah di pecarian BOP PAUD

Thursday, 30 December 2021

Pencatutan nama bupati dilakukan saat pencairan BOP PAUD senilai Rp 5 juta. Sang oknum memanfaatkan nama Irna Narulita dengan modus mendapat perintah darinya lalu meminta jatah dari sejumlah lembaga pendidikan itu, dok. istimewa, (30/12).


Pandeglang - Nama Bupati Pandeglang Irna Narulita lagi-lagi dicatut oleh oknum tak bertanggungjawab. Kali ini, dugaan modusnya dengan meminta jatah pada pencairan dana bantuan operasional (BOP) untuk lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Pandeglang.


Upaya pencatutan ini pun sudah diendus oleh Irna sendiri. Saat dikonfirmasi, ia membenarkan ada oknum yang berupaya memanfaatkan namanya dengan cara meminta jatah pada pencairan BOP sejumlah PAUD di Pandeglang beberapa waktu lalu.


"Iyah, jadi kemaren ada yang ngasih tahu ibu terus nanya masalah itu. Katanya atas perintah bupati," kata Irna saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon seluler di Pandeglang, Banten, Kamis (30/12/2021).


Mendapat informasi tersebut Irna pun mengaku sempat marah besar. Ia menegaskan sudah menginstruksikan bawahannya segera mengkroscek siapa oknum yang berani mencatut namanya dan digunakan untuk ulah yang tak bertanggungjawab ini.


"Masya Allah, Setiap oknum pasti begitu tuh, atas nama bupati. Kemarin (29/12) ibu panggil langsung, ibu suruh kroscek dulu sama Inspektorat, Dindik dan BKD," ungkapnya.


Informasi yang dihimpun, pencatutan nama bupati dilakukan saat pencairan BOP PAUD senilai Rp 5 juta. Sang oknum memanfaatkan nama Irna Narulita dengan modus mendapat perintah darinya lalu meminta jatah dari sejumlah lembaga pendidikan itu.


Dalihnya, oknum tersebut meminta uang senilai Rp 3 juta dari total bantuan Rp 5 juta untuk kebutuhan pembelian buku. Padahal diketahui, dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut seharusnya bisa digunakan untuk operasional sekolah dan gaji para guru. Total, tercatat ada 672 PAUD di Pandeglang yang menerima bantuan.


Irna memastikan jika pencatutan itu dilakukan oleh oknum ASN di Pandeglang, ia tak segan untuk memberikan sanksi pemecatan. Namun demikian, ia masih menunggu hasil pemeriksaan kasus tersebut dari jajaran Inspektorat Pandeglang.


"Kepsek (PAUD) sudah dipanggil, random, ibu pengen tahu coba betul enggak infonya begitu. Siapa oknumnya, betul enggak ada paksaan, oleh siapa, jadi ibu belum bisa jawab nih karena inspektur baru bekerja hari ini, ibu minta waktu dulu," ungkapnya.

"Tapi kalau sampe ada oknum itu di ASN, ya ibu pecat. Minimal ibu berikan sanksi terberat," pungkasnya. (dw/*)