Investigasi keterlibatan oknum TNI dalam pengiriman TKI ilegal ke Malaysia -->

Breaking news

News
Loading...

Investigasi keterlibatan oknum TNI dalam pengiriman TKI ilegal ke Malaysia

Friday, 31 December 2021

Bobby Adhityo Rizaldi: Identifikasi masalah banyaknya soal-soal kedisiplinan atau pelanggaran-pelanggaran prajurit yang belakangan ini sering menjadi perhatian publik, dok. ilustrasi ist (31/12).


Jakarta - Oknum TNI diduga terlibat membantu pengiriman TKI ilegal ke Malaysia. Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi meminta kasus ini diusut tuntas.


"Ya kita minta TNI untuk mengusut tuntas," kata Bobby, kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).


Politikus Golkar ini lantas menyoroti banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI belakangan ini. Bobby meminta persoalan itu menjadi perhatian.


"Identifikasi masalah banyaknya soal-soal kedisiplinan atau pelanggaran-pelanggaran prajurit yang belakangan ini sering menjadi perhatian publik," ujarnya.


Lebih lanjut, dia mengatakan perlunya ada peningkatan kesejahteraan prajurit TNI. Dia menilai kesejahteraan menjadi salah satu pemicu kerap terjadinya pelanggaran disiplin.


"Tapi selain itu perlu dipikirkan juga peningkatan kesejahteraan prajurit TNI, yang mungkin menjadi salah satu pemicu terjadi nya hal-hal seperti ini atau bentrokan-bentrokan di tingkat prajurit berpangkat non perwira," ucap Bobby.


Dugaan keterlibatan oknum TNI itu diungkap oleh BP2MI atas hasil investigasi tragedi tenggelamnya kapal yang menewaskan sejumlah TKI atau PMI ilegal di lepas pantai Johor Baru, Malaysia. BP2MI menduga oknum TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU) terlibat membantu kegiatan PMI ilegal ke Malaysia ini.


"Adanya dugaan keterlibatan oknum TNI AL dan oknum TNI AU, yang memiliki peran masing-masing dalam membantu kegiatan pengiriman PMI ilegal," ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam jumpa pers virtual, Selasa (28/12).


TNI AU Pastikan Usut Tuntas Dugaan Tersebut


Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan saat ini TNI AU masih terus melakukan pendalaman secara serius. Indan menjelaskan TNI AU berkoordinasi dengan lembaga terkait lainnya untuk membuat permasalahan menjadi terang.


"Sesuai instruksi pimpinan TNI AU, kami masih melakukan pendalaman dengan berkoordinasi dengan semua stakeholder untuk menggali dan mengembangkan informasi lebih lanjut agar masalahnya lebih jelas," ujar Indan dalam keterangannya, Rabu (29/12/2021).


Indan mengungkapkan, apabila dalam perkembangannya terbukti ada oknum prajurit TNI AU yang terlibat dalam proses pengiriman TKI ilegal, dipastikan prajurit tersebut disanksi hukum secara tegas. Menurutnya, hal tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.


Deputi VII Kemenko Polhukam Marsda TNI Arif Mustofa mengungkapkan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan bertemu Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pekan ini. Pertemuan itu terkait dugaan anggota TNI terlibat pengiriman TKI ilegal ke Malaysia.


"Dari BP2MI akan bertemu dengan Panglima TNI dalam minggu ini, akan menyampaikan press conference sesuai dengan tahapan-tahapan yang berlaku," kata Arif dalam acara diskusi bersama media di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (30/12/2021).


Arif menuturkan nantinya Jenderal Andika yang akan menyampaikan siapa saja prajurit TNI yang terlibat dalam kasus tersebut. Dia menyebut anggota TNI yang terlibat diduga berpangkat tamtama.


"Akan disampaikan oknum-oknum siapa saja yang terlibat, terutama yang dari TNI, dalam kegiatan tersebut, di mana khususnya yang TNI AU, sementara ini adalah seorang tamtama... dan Kadispen AU juga sudah press release, mungkin juga bisa ditelusuri bersama untuk lebih detailnya," ujarnya.(dw/*)