Profesional dengan jaga kewibawaan, jangan kunjungi ormas yang meresahkan -->

Breaking news

News
Loading...

Profesional dengan jaga kewibawaan, jangan kunjungi ormas yang meresahkan

Wednesday, 8 December 2021


Bekerja dengan profesional harus memiliki skill, knowledge, dan attitude, serta kepekaan hati nurani dalam setiap pelaksanaan tugas dan kewenangan. Dengan bekerja secara profesional, dok istimewa (8/12).


Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan jajarannya untuk dapat bertindak profesional, yang salah satunya dapat dilihat dari upayanya menjaga kewibawaannya. Adapun salah satu cara agar aparat penegak hukum menjaga kewibawaannya adalah dengan tidak menemui pelanggar hukum atau ormas yang meresahkan masyarakat.


Awalnya Burhanuddin berbicara tentang makna 'kerja cerdas, profesional, dan berintegritas dalam rapat kerja kejaksaan pada Selasa (7/12). Burhanuddin menjelaskan pegawai yang profesional adalah yang mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik sesuai dengan aturan yang ada, serta tidak melakukan perbuatan tercela.


Burhanuddin mengingatkan bekerja dengan profesional harus memiliki skill, knowledge, dan attitude, serta kepekaan hati nurani dalam setiap pelaksanaan tugas dan kewenangan. Dengan bekerja secara profesional, maka setiap penanganan perkara tidak akan timbul kegaduhan hukum dan disharmonisasi sosial yang menciderai rasa keadilan masyarakat.


Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan profesionalisme seorang jaksa juga terlihat dari bagaimana dirinya mampu untuk menjaga kewibawaannya. Burhanuddin mengatakan untuk menjaga kewibawaan, maka penegak hukum diminta tidak menemui ormas yang kerap meresahkan masyarakat.


"Sebagai aparat penegak hukum, maka salah satu cara untuk menjaga kewibawaan adalah tidak menemui para pelanggar hukum atau organisasi kemasyarakatan yang kerap meresahkan masyarakat," kata Burhanuddin, melalui Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Rabu(8/12/2021).


"Ingat, kita adalah penegak hukum, tidak sepatutnya kita menjalin hubungan yang harmonis dengan pelanggar hukum, terlebih dengan dalih untuk menjaga stabilitas wilayah kerja saudara, ujar Burhanuddin.


Burhanuddin lalu berbicara tentang ada banyak cara untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman umum tanpa harus menggadaikan kewibawaan. Burhanuddin mengatakan penegakkan hukum tetap akan dilakukan terhadap pelanggar hukum tanpa pandang bulu.


"Sekali lagi, jaga kewibawaan kita karena hal itu berkaitan erat dengan marwah institusi. Hukum harus bisa ditegakkan kepada siapa saja dan tidak untuk dikompromikan kepada para pelanggar hukum, termasuk dengan organisasi kemasyarakatan tertentu yang terindikasi sering melanggar hukum," ujarnya.


Selanjutnya Burhanuddin menjelaskan tentang makna integritas. Burhanuddin mengatakan yang dia butuhkan adalah jaksa yang pintar dan berintegritas, karena profesionalitas seorang Jaksa akan sempurna jika dapat menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dan integritas.


"Integritas tidak melihat kedudukan, sehingga saya tidak akan mentolerir sedikitpun siapapun yang melakukan perbuatan tercela. Saya tidak segan-segan akan menindak tegas terhadap pegawai nakal yang menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya dalam bertugas," ungkapnya.


"Sebaliknya, setiap pegawai yang berani mempertahankan integritasnya dengan berani menolak perintah atasan yang secara nyata perintah tersebut melanggar hukum dan menciderai marwah instutisi, maka saya akan berikan perlindungan terhadap pegawai tersebut. Integritas adalah harga mati untuk kemajuan institusi," tuturnya.


Burhanuddin juga berbicara tentang makna bekerja cerdas. Menurutnya banyak orang yang mampu bekerja keras, namun hanya segelintir orang yang dapat membaca peluang untuk bekerja secara cerdas.


"Kerja yang hanya sekedar kerja tidak akan menghasilkan karya yang luar biasa jika tidak didukung dengan cara-cara yang cerdas. Kecerdasan saudara harus terus diasah dan tingkatkan untuk kemajuan institusi," ungkap Burhanuddin. (dw/*)