Sebuah rumah hancur di sambar petir di Desa Bilok Petung -->

Breaking news

News
Loading...

Sebuah rumah hancur di sambar petir di Desa Bilok Petung

Monday, 17 January 2022

Tembok dan dinding depan rumah jebol, atap, etalase dagangan dan kaca jendela pecah, serta KWH kilometer listrik terbakar. 


Lotim, (NTB) -  Dahsyatnya petir yang menyambar sebuah rumah di Dusun Dasan Birak, Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun Lombok Timur. Seketika rumah hancur berantakan, kejadiannya sekitar pukul 03.00 Wita, Senin (17/1).


Tembok dan dinding depan rumah jebol, atap, etalase dagangan dan kaca jendela pecah, serta KWH kilometer listrik terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.


Pemilik rumah bernama Surmadi (35) menceritakan, saat kejadian dia bersama isteri dan kedua anaknya tidak berada di rumah. Kareana dua malam sebelum kejadian, ia bersama keluaraganya sudah mengungsi di rumah orang tauanya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).


“Saya itu saya bersama keluarga tidur di rumah orang tua. Karena saya hawatir, pohon kelapa dekat rumah kami roboh akan menimpa rumah kami,” tutur Surmadi, dengan raut wajah sedih.


“Alhamdulillah, beruntung kami semua selamat. Saya tidak bisa bayangkan apan yang akan terjadi pada kami, jika kami berada di rumah pada saat itu,” sebutnya.


Sebelum.oetir menyambar didahului hujan lebat dan angin kencang di daerah setempat, sejak Minggu malam sekitar pukul 22.00 Wita hingga dini hari. Beberapa jam kemudian petir (Kilat) beserta gemuruh terus menerus terlihat dan kedengaran di malam itu.


“Sejak pukul 10 malam hujan disertai angin kencang ditempat kami, suaranya seram kayak waktu gempa,” kata Surmadi.


Surmadi langsung mengecek rumahnya dan ternyata, tembok atau dinding sudah jebol. Sejumlah jendela copot, dan kacanya pecah. Di bagian atas, dia melihat atap plafon dan juga alat kilometer listrik berwarna hitam gosong.


Camat, Kapolsek, Koramil, perangkat desa, petugas dinas sosial, petugas listrik dan warga sekitar terlihat mendatangi rumah Surmadi. Selain membantu menenangkan, petugas juga menolong Surmadi dengan semampunya.


Aliran listrik warga setempat, langsung padam sesaat setelah kejadian petir menyambar rumah Surmadi pada Senin dini hari.


Kerusakan rumah porak poranda. Dinding bagian depan samping yang terbuat dari sebagian pasir dan batu bata berserakan di lantai. Hingga tembus ke ruang tamu. Material atap plafon serta serpihan kaca yang terkena getaran petir juga berantakan.


Kondisi pencahayaan waktu itu seketika gelap gulita. Karena aliran listrik di wilayah setempat padam semuanya.


Dengan kejadian tersebut, Surmadi mengalami kerugian sekitar 30 juta lebih. Mengingat kontruksi rumahnya rusak berat tidak bisa ditempati sama sekali, hanya tinggal tiang dan kerangka lainnya.


Surmadi berharap, kepada pemerintah setempat dan intansi terkait untuk segera dibantu memperbaiki rumahnya.


“Saya berharap, semoga ada donatur dan intansi terkait membantu kami. Untuk memperbaiki rumah kami, mengingat tidak selamanya kami numpang di rumah orang tua,” harapnya.


Kades Bilok Petung Rusdi S.Pd membenarkan salah satu rumah warganya tersamber petir Senin dini hari.


“Ya benar, salah satu rumah warga kami rusak berat akiabt disambar petir tadi malam,” katanya saat dikonfirmasi dilokasi kejadian.


Rusdi mengaku dapat info dari tetangga korban, begitu dapat info langsung ia bersama perangkat desa setempat bergerak ke lokasi utuk mengecak kerusakan rumah tersebut.


“Begitu saya dapat informasi, kami langsung bergerak ke TKP. Untuk menginpentaris kerusakannya, agar kami bisa laporkan ke dianas sosiala Lombok Timur,” jelas Rusdi.


Pihaknya terus intens berkoordinasi dengan semua pihak, terutama dengan Forkopimcam Sembalun dan pemda Lotim. Untuk mencari solusi, langakah apa yang akan dilakukan pihaknya sementara diperbaiki rumah tersebut.


“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, unruk mengupayakan rumah warga kami segera diperbaiki,” katanya.


kata Rusdi lebih lanjut, rumah tersebut salah satu rumah yang dibangun oleh pemdes setempat, melaui program rumah kumuh (RTLH) dan korban adalah, salah satu penerima PKH dari dinas sosial.


“Kami dari Pemdes sudah memberikan pesangon secukupnya tadi pagi. Sekedar untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya, untuk meringankan beban korban,” ujarnya. Dia berharap ada uluran tangan dari intansi terkait. (hnp/*)