Duh, Bansos puluhan warga hilang diduga di bawa oknum -->

Breaking news

Live
Loading...

Baca Kami di Helo

Duh, Bansos puluhan warga hilang diduga di bawa oknum

Sunday, 13 February 2022

dok. ilustrasi, ist/ Saat mengecek hasilnya di struk tertulis ada penerima 8 kali bantuan namun hanya menerima 5 kali bantuan, (13/2).


Ponorogo - Puluhan warga Desa Tumpak Pelem, Kecamatan Sawoo menggelar pertemuan dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Warga mempertanyakan sebagian bantuan mereka yang hilang diduga dibawa oleh oknum.


Pasalnya, saat ini ratusan KKS dipegang oleh pihak BumDes. Kecurigaan warga bermula saat salah satu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik warga saat dicek, ternyata saldo ATM tersebut kosong. Padahal seharusnya warga menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) secara rutin yang bisa dilihat dari hasil print rekening koran.


Salah satu warga Suyati (33) mengaku sejak awal pembagian kartu KKS, kartu KKS miliknya dipegang BumDes. Saat pengambilan bantuan pun dilakukan di BumDes.


"Dikumpulkan di Bumdes sudah lama, saya nggak pernah pegang kartu sendiri. Padahal di tempat lain kan dipegang sendiri," tutur Suyati kepada wartawan, Minggu (13/2/2022).


Kecurigaan Suyati bertambah saat dirinya bersama beberapa warga lain meminta kartu ATM miliknya dan mengecek. Hasilnya di struk tertulis dia seharusnya menerima 8 kali bantuan namun hanya menerima 5 kali bantuan.


"Nah, yang saya pertanyakan dimana 3 bantuan saya," kata Suyati.


Selama ini, lanjut Suyati dia menerima uang Rp 200 ribu dari PKH dan BPNT berupa sembako berisi beras, telur, kacang hijau, dan kedelai.


"Bantuan kadang saya nerima 2 paket di bulan Desember 2021, untuk bulan sebelumnya yang kosong," tukas Suyati.


Menurut Suyati, jika ia tidak mengecek KKS-nya tentu permasalahan ini tidak akan ketahuan. Dia berharap, bantuan yang semestinya dia terima harus disalurkan semestinya.


"Pernah saya tanya kenapa bulan Oktober 2021 kemarin saya nggak dapat, katanya nggak cair. Ya sudah saya pasrah saja, ternyata Februari 2022 dicek, Oktober itu sudah cair, tapi nggak sampai ke saya," tandas Suyati.


Saat dipertanyakan ke pihak BumDes di rumah salah satu warga, pihak BumDes bakal menyelesaikan permasalahan ini, Senin (14/2) di kantor. Warga sempat curiga, kemana bantuan mereka selama ini. Jika tidak dipertanyakan warga, apakah bantuan tidak disalurkan.


"Lihat Senin besok, semoga beneran diganti. Kalau tidak, ya gimana. Saya kan juga butuh bantuan," pungkas Suyati. (dw/*)