Kritikan pedas Chusnul Chotimah sebut Andi Mallarangeng koruptor, tekait pujiannya untuk AHY -->

Breaking news

Live
Loading...

Baca Kami di Helo

Kritikan pedas Chusnul Chotimah sebut Andi Mallarangeng koruptor, tekait pujiannya untuk AHY

Saturday, 12 February 2022

 

dok. istimewa/ Koruptor yang masih dipelihara sama Cikeas, kenapa? Karena menjilatnya luar biasa. Betul ga pak SBY, AHY? (12/2).


Jakarta - Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah melontarkan kritik pedas kepada Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Andi Mallarangeng.


Dia tak segan menyebut Andi adalah koruptor yang hingga sekarang  ini masih dipelihara keluarga Cikeas lantaran kemampuan menjilatnya yang mumpuni.


Ini dikatakan Chusnul Chotimah sebagai respons atas pujian setinggi langit dari Andi untuk Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dimana Andi berbicara masa depan AHY dikacah perpolitikan Tanah Air.


“Koruptor yang masih dipelihara sama Cikeas, kenapa? Karena menjilatnya luar biasa. Betul ga pak SBY, AHY?” kata Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadinya  seraya membagikan tautan sebuah berita daring dengan judul ‘“Andi Mallarangeng: AHY Lost Jakarta, tapi Gain Indonesia’ Kamis, ( 10/2/2022).


Adapun Andi mengaku pihaknya di Partai Demokrat berharap AHY bisa menjadi salah satu calon presiden kuda hitam pada Pilpres 2024 mendatang. Andi mengatakan dengan kerja - kerja partai, AHY diharapkan segera bisa bersaing dengan kandidat capres di papan atas.


“Jadi kita harap akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023 sudah siap bersaing di papan atas lah kalau kita anggap AHY sekarang ini papan tengah, makanya bisa jadi kuda hitam nanti dan mudah-mudahan akhir tahun atau awal tahun depan paling tidak mampu bersaing di papan atas,” katanya. 


Andi Mallarangeng menyoroti bahwa tidak ada kader Demokrat yang elektabilitasnya melebihi AHY sebagai Ketua Umum. 


“Kalau yang lain kan yang digadang-gadang justru lebih rendah dari kader mereka yang tidak berada di kepengurusan teras dari partai tersebut. Kalau Demokrat kita bersyukur bahwa kita punya ketum yang muda,” ujarnya.


Lebih lanjut, Andi Mallarangeng menyinggung soal AHY yang kalah di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta lalu. Menurutnya, meskipun AHY kalah di DKI Jakarta, elektabilitas AHY naik karena pendukungnya tersebar di seluruh Indonesia.


“Itu yang menarik dari AHY ketika dia kalah dari Pilkada DKI tapi surveinya secara nasional naik. Jadi kalau kita bilang he lost DKI but he gain Indonesia. Ini menarik surveinya melebar ke seluruh Indonesia. Sehingga seluruh Indonesia bukan hanya di DKI,” kata Andi Mallarangeng.


“Kalau lihat sebaran di survei dukungan AHY itu di seluruh Indonesia merata, sehingga bisa dapat kadang-kadang 5%, 6%, 7%, kadang-kadang 8% tergantung dari survei yang mana, ini bagi saya modal,” tambahnya. (dw/*)