Bocah kembar tewas ketabrak moge, Ibu Empong: biasanya kalau nyebrang didampingi -->

Breaking news

News
Loading...

Bocah kembar tewas ketabrak moge, Ibu Empong: biasanya kalau nyebrang didampingi

Sunday, 13 March 2022

dok. istimewa/ Kedua bocah kembar tersebut adalah Hasan Firdaus dan Husen Firdaus (8), putra bungsu pasangan Wasmo (60) dan Empong (48), Minggu (13/3).


Pangandaran - Keluarga dua bocah kembar meninggal dunia tertabrak motor gede (moge) yang tinggal di Blok Kedungpalumpung, Dusun Babakansari RT 3/5, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diselimuti duka mendalam.


Kedua bocah kembar tersebut adalah Hasan Firdaus dan Husen Firdaus (8), putra bungsu pasangan Wasmo (60) dan Empong (48).


Anak kembar itu tertabrak motor gede saat menyeberang di jalan raya Kalipucang-Pangandaran, tepatnya di Blok Kedungpalumpung, Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat, Sabtu (12/3/2022) sekitar pukul 13.15 WIB.


Kedua bocah itu hendak pulang bermain dan sedang menyeberang karena akan segera pergi mengaji.


Ibu kedua bocah kembar, Empong, menyampaikan, keseharian kedua anaknya bermain, bersekolah, dan mengaji.


"Pukul 1 siang sampai Asar pulang, sudah pulang, bermain lagi bersama-sama. Sekarang, sudah kelas 2 SD dan mengaji masih di Iqro 6," ujarnya, Minggu (13/3/2022).


kata Empong, kedua bocah itu pulang bermain dari seberang jalan dan mau mengaji karena sudah jam 1 siang.


"Kemarin pulang main, dan setiap hari bermain di seberang jalan. Mungkin, sudah ada satu bulanan (bermain di seberang jalan) sebelum meninggal," katanya.


Setiap hari, kadang yang satu bermain dan yang satu tinggal di rumah, dan kebetulan kemarin (12/3/2022) bermain bersama-sama di seberang jalan.


"Biasanya, kalau menyeberang didampingi, cuma kemarin enggak didampingi karena enggak tahu kemarin ke situ (berangkat bermain dan nyeberang jalan). Dan tahu katanya ada tabrakan, meninggal," ucapnya.


Ditempat terpisah Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti turut mengomentari kasus kematian dua bocah kembar yang tewas ditabrak rombongan konvoi motor gede (moge) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.


Susi Pudjiastuti mengatakan, perlu adanya regulasi yang mengatur kegiatan touring terutama di jalan-jalan daerah yang tidak terlalu lebar.


"Sudah saatnya touring moge diatur dengan ketat, jalan di Indonesia terutama country side/daerah tidaklah luas/lebar & banyak yang melewati perkampungan," ujarnya, dikutip dari Hops.id Minggu (13/3/2022).


Selain itu, kesadaran para peserta konvoi akan keselamatan berkendara perlu ditingkatkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.


"Disiplin moge dalam touring untuk mematuhi dan waspada terhadap kecelakaan yang bisa fatal seharusnya menjadi hal yang wajib," tuturnya.


Cuitan Susi Pudjiastuti yang diunggah melalui akun @susipudjiastuti ini sontak mengundang netizen turut beraspirasi.


Mayoritas mereka setuju dengan usul yang meminta adanya peraturan ketat bagi pengendara moge di jalan raya.


"Bener bu, apalagi touring moge yang di kawal polisi. Kok bisa yaaa," kata pemilik akun @aadityaherdian.

 (dw/*)