Ritual Kendi cara mistik, PDI Perjuangan pasang badan dengan sebut lecehkan gerejanya -->

Breaking news

Live

Baca Kami di Helo

Ritual Kendi cara mistik, PDI Perjuangan pasang badan dengan sebut lecehkan gerejanya

Wednesday, 16 March 2022

dok. istimewa/ Budiman menilai, apa yang disampaikan Benny juga melecehkan gerejanya, (16/3).


Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Benny K Harman mengkritik Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menggelar ritual kendi di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur pada Senin 14 Maret 2022 kemarin.


Benny mengatakan, ritual kendi tidak mendatangkan investor di Ibu Kota Nusantara.


“Kendi-kendi itu mendatangkan investasi? Malah sebaliknya, yang mau investasi pada hengkang. Ritual kendi itu tidak menarik untuk para investor,” ujar Benny dikutip akun Twitter-nya, Selasa 15 Maret 2022.


Anggota DPR RI Komisi II ini mengatakan, Jokowi harus menciptakan iklim usada di IKN agar menarik investor. Bukan malah pakai cara mistik.


“Caranya dengan menciptakan kepastian hukum, menegakkan konstitusi, bukan dengan cara-cara irasional dan primitif” kata Benny.


“Kalo pakai cara mistik ini, investor pasti hengkang. Kelola negara butuh akal sehat,” ungkapnya.


Benny menilai, seharusnya Jokowi panjatkan doa di Titik Nol IKN.


“Mending berdoa menurut keyakinan dan kepercayaan masing-masing jika ingin mendapat berkat Rachmat Allah Yang Maha Kuasa untuk usaha dan kerja luhur ini,” tuturnya.


Menanggapi itu, Politikus PDI-Perjuangan, Budiman Sudjatmiko pasang badan.


Budiman menilai, cara ritual itu seperti berdoa saat seseorang hendak membangun rumah.


“Pernahkah saudara Benny Harman berdo’a sebelum makan atau sebelum bangun rumah? Jika gak, itu urusan dia (karena tentang perut dan rumahnya). Jika iya: INKOSISTENSI pernyataannya urusan kita (karena tentang ibu kota negara KITA),” tulis Budiman di Twitter @budimansudjatmiko.


Budiman menilai, apa yang disampaikan Benny juga melecehkan gerejanya. Sebab Benny beragama Katolik yang mana ada kepercayaan pada hal-hal supranatural.


“Sebagai seorang Katholik, cara Benny Harman mengaitkan kata “mistis” dengan hal-hal sial itu melecehkan gerejanya sendiri,” kata Budiman.


“Dia gak pernah dengar kisah para mistikus gereja? Saya bukan Katholik tapi sedikit banyak tahu bahwa gerejanya Benny menghargai mistikus-mustikus (gereja)” tuturnya.


“Ada mistisisme latin, mistisisme semitik, mistisisme Nusantara dll..Mereka punya ibu tradisinya sendiri-sendiri. Jangan saling melecehkan” pungkas Budiman Sudjatmiko. (dw/*)